Kakek ku memang Hebat

Hanya kata itu yang bisa aku ucapkan padamu Pak (panggilan untuk kakek ku). Bagaimana tidak, di usianya yang hampir 1 abad ini, beliau masih terlihat sehat. Beliau tiada hentinya menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan, mulai dari ke sawah hingga menggembala kambing (maklum dari muda dulu kakek ku memang sudah menggembala kambingnya sendiri). Padahal kami, aku dan orang tuaku, pakdhe budhe, serta paklek bulek sudah sering melarang beliau untuk pergi ke sawah dan menggembala kambingnya. Karena kami berharap agar beliau bisa menikmati masa-masa tuanya dirumah bersama cucu dan cicitnya. Tapi mungkin memang dasarnya beliau adalah pekerja keras dan orangnya tidak suka diam, jadi beliau tetap saja melakukan kebiasaan yang biasa beliau lakukan.

Usia boleh tua, tapi semangat tetap membara

Meski di usia senja, kalian tidak boleh memandang bapak (kakek ku) sebelah mata. Karena semangatnya yang luar biasa, membuatku kagum sekaligus malu pada diriku sendiri. Melihat beliau yang setiap hari dari pagi sampai siang harus pergi ke sawah. Dan sore harinya beliau berangkat untuk menggembala kambingnya. Aku benar-benar kagum pada bapak (kakek ku), karena meski sudah memasuki usia senja tapi semangatnya masih sama seperti anak muda. Aku saja yang harus bekerja 9 jam sehari itu saja masih ada liburnya tiap minggu, masih sering mengeluh pada orang tuaku. Tapi beliau yang tiada hentinya setiap hari harus melakukan berbagai kegiatan yang menguras tenaga, tidak pernah mengeluh pada kami (aku dan orang tuaku). Sungguh luar biasa semangatmu Pak (kakek ku).

Bukan orangnya saja yang kuat, tapi pendiriannya juga kuat

Advertisement

Sudah sering kali aku dan seluruh keluarga besarku meminta agar bapak (kakek ku) berhenti untuk pergi ke sawah dan menggembala kambingnya. Kami juga meminta agar sawah dan kambingnya biar kami yang mengurusnya. Tapi apa yang terjadi, justru kami di marahi oleh beliau. Hehe. Memang benar kata almh. Mak yik (nenek ku) dan orang tuaku, bahwa bapak (kakek ku) orangnya keras dan memiliki pendirian yang kuat. Beliau akan melakukan apa yang menurutnya baik dan apapun yang menjadi kehendaknya. Beliau tidak akan mendengar perkataan orang di sekitarnya. Sungguh luar biasa pendirian dari bapak(kakek ku) ini. Sepertinya angin topan pun takkan mampu untuk menggoyahkan pendirian beliau.

Saat cobaan besar datang, Nampak kesabaran dan ketegaran di wajahnya

Tepatnya beberapa tahun yang lalu, keluarga kami di timpa musibah. Karena kami harus kehilangan Mak yik (nenek ku) untuk selamanya. Kepergian Mak yik (nenek ku) yang begitu tiba-tiba di karenakan serangan darah tinggi, membuat keluarga kami di landa kesedihan yang mendalam. Di saat aku dan keluarga menangisi kepergian Mak yik (nenek ku), justru bapak (kakek ku) yang datang dengan senyuman untuk menenangkan dan menghibur kami di dalam kesedihan.

Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran bapak(kakek ku) waktu itu. Yang pasti Waktu itu yang ku lihat hanya senyuman dan air mata yang mengalir di pipinya. Aku tahu di balik senyuman yang menenangkan kami, pasti tersimpan kesedihan yang begitu dalam yang di rasakan oleh beliau. Akan tetapi beliau tetap sabar dan tidak ingin menunjukkannya kepada kami. Aku benar-benar kagum pada beliau, meski sudah di tinggal oleh wanita yang sudah menemaninya hampir 70 tahun, tapi beliau masih bisa tersenyum. Ini bisa jadi contoh bagi kita semua, bahwa kita harus tetap sabar dan tegar meski cobaan besar datang dalam kehidupan dan hadapilah semuanya dengan senyuman.

Untukmu kakek

Bapak (kakek ku) Engkau adalah bapak teladan yang baik bagi anak dan semua cucu serta cicitmu. Engkau telah banyak memberi pelajaran hidup yang sangat berharga buat ku. Semoga saja aku bisa menjadi pria sepertimu. Pria yang hebat, penuh semangat, memiliki pendirian yang kuat serta tegar dan sabar dalam menjalani kehidupan.

Bapak (kakek ku) sekarang sudah tiba waktumu untuk diam dan menikmati masa-masa tuamu. Aku mohon untuk kali ini dengarkanlah perkataan cucumu ini Pak (kakek ku).Terima kasih atas kerja keras dan perjuanganmu selama ini untuk membahagiakan ku dan kedua orang tuaku. Kini ijinkanlah aku, cucumu yang melanjutkan perjuangan serta kerja kerasmu untuk membahagiakan ayah,ibu dan tentunya kamu Pak (kakek ku).

Aku berjanji akan menjadi orang yang hebat, bekerja dengan keras dan tentunya penuh semangat. Aku akan berjanji akan memiliki pendirian yang kuat, agar aku tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Aku juga akan berjanji selalu tegar dan bersabar dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Inilah janjiku padamu Pak (kakek ku).

Aku selalu berdoa, semoga ALLAH selalu memberikan kesehatan dan panjang umur padamu Pak (kakek ku). Karena impianku adalah melihatmu tersenyum bahagia dengan kerja kerasku. Semoga ALLAH SWT selalu memberikan kemudahan dan kelancaran untuk mewujudkan semua impianku.Sehat selalu ya Pak (kakek ku). Amin.