Kadang kehidupan terasa tidak adil bagi sebagian orang, mungkin bagimu kehidupan terasa menghakimi tanpa kamu sadari betapa takdir, maut, jodoh dan rezeki sudah di susun sedemikian rupa oleh-Nya.

Mungkin ini yang kiranya membuat hati setiap orng yg ditinggalkan merasa paling hancur dan orang yang meninggalkan menjadi makhluk yang paling bersalah di dunia.

Kali ini rasanya semua orang akan setuju dengan quotes tersebut, tapi ingatlah, kamu tidak akan pernah benar-benar mengerti dirinya sampai kamu berhenti menghakimi dan memaksanya menjadi bukan dia. Apa yang dilalui nya terasa tidak mudah. Mengertilah!

Mungkin kamu sekarang sudah mulai merasakan kehilangan yg sesungguhnya, setelah tempo hari kau hancurkan hatinya berkali-kali, membiarkannya mengemis perhatian darimu, menjadikannya tempat mu mengadu segala keluh kesahmu tanpa kamu mau tau apa yg sedang terjadi dengan dirinya hari itu, atau masih banyak hal lain yang pada akhirnya dia benar, memilih untuk mengakhiri semuanya dan meninggalkan mu.

Mungkin awalnya kamu berfikir dia akan seperti biasa merengek kepadamu perihal hatinya yang tidak bisa hidup tanpamu, perihal harinya yang kalut karena harus berpisah dengan mu. Tanpa kamu sadari pasangan mu ini sudah tumbuh menjadi pria yg dewasa, yg berfikir menggunakan logika, bukan lagi perasaan. Sadarlah itu semua karena kamu terlalu sibuk dengan duniamu.

Advertisement

Sadarlah bahwa semua yang kau bangun bersamanya selama bertahun-tahun ini tidaklah mudah, jadi kenapa begitu mudah kamu tidak mengabaikan perasaan nya? Begitu mudah kamu biarkan dia memikirkan semuanya sendiri bahkan sedihmu sekalipun.

Bahkan sekarang bukan soal siapa yg meninggalkan dan siapa yang ditinggalkan, harus nya kau lebih paham dan andaikan engkau paham pria seperti apa dirinya itu. Dia tidak mungkin meninggalkanmu hanya karena wanita lain, apa kamu tidak menyadari selama beberapa tahun kebelakang dia habiskan waktunya hanya untuk kamu yang bahkan tidak bisa selalu ada di sisinya? Bukankah beberapa tahun kebelakang dia habiskan waktunya hanya untuk memperjuangkan mu? Dan beberapa tahun itu bukan waktu yang sebentar. Bukankah tidak mudah menjadi dirinya? bukan kah tidak mudah menjadi kalian? Semuanya itu perjuangan, hargai.

Untukmu, sekarang biarkan dia menata hidupnya, semua orang punya asa dan harap, termasuk diri mu sendiri, hargailah perpisahan, mungkin dirinya kini sudah sedikit lebih baik dari hari itu, percayalah usaha tidak akan menghianati hasil, berdamailah dengan hatimu, yang menjadi takdirmu tidak akan terlewatkan, dan yang sudah terlewatkan tidak akan menjadi takdirmu.