Hai kalian berdua,

Iya kalian dua orang yang paling aku percaya di dunia ini.

Kalian yang namanya selalu kulantunkan dalam setiap doaku

Kalian yang akan kuharapkan menjadi mempelaiku dan pengiring mempelai lelaki ku di altar tuhan.

Kenapa kalian begitu tega menghianati kepercayaanku?

Advertisement

Apa kalian saat ini bahagia, karena telah menyakiti hatiku begitu dalam?

Kamu sahabat priaku, yang sudah ku angap sebagai keluargaku, yang aku bahkan rela memberikan seluruh darahku bila kau minta dan membutuhkannya. Aku mempercayaimu dengan segenap hatiku, menitipkan lelaki ku untuk bersamamu dan menjadi baik, kenapa kau tega menghianati kepercayaanku?

Kamu lelakiku, yang aku puja, aku percaya dan aku berharap kamu akan jadi lelaki terakhirku, yang akan mendampingi ku seumur hidup ku, yang pada mu aku rela bersabar dan menahan sakit dan perih karna sering kali kau torehkan luka di hati ku. Kenapa kamu mengkhianati ku bersama dia yang juga sangat aku percayai?

Aku hancur melihat semua perlakuan kalian padaku, bermain perempuan di belakangku dan saling menutupi kesalahan. Apa kalian puas melihatku sekarang? Melihat hancurnya hatiku? Melihat kewarasanku yang hampir hilang karena perbuatan kalian?

Bermalam-malam, aku menangisi kisahku, orang yang paling aku percaya, orang yang aku harap akan menjadi sahabatku dan sandaran hatiku hingga hari tuaku nanti, kenapa kalian begitu tega melukai hatiku? Aku selalu bertanya apa salahku pada kalian? Kenapa harus sesakit ini tuhan?

Aku membenci kalian berdua, dari dalam daging sampai pada tulang-tulangku, aku membenci kenangan-kenangan indah yang telah kita lalui bersama, aku terluka dalam sekali, kalian yang paling aku percaya di dunia ini menukar semua kepercayaan ku dengan penghianatan yang begitu menyakitkan, mempermaikan aku seolah aku tak ada nilai nya, menginjak harga diri ku dan melemparkan aku ke titik terendah dalam hidupku.

Saat ini aku masih berusaha bangkit dari semua penghianatan yang telah kalian lakukan, aku berjalan tertatih- tatih tapi aku yakin aku sangup berdiri lagi, aku mengumpulkan lagi kewarasan ku yang hampir hilang, mengumpulkan hati ku yang terserak dan hancur, saat ini hanya sang waktu yang ku percya untuk menyembuhkan luka ku, karena waktu yang akan membunuh segalanya bukan? Semoga waktu juga lah yang akan membunuh semua rasa benci dan kecewa ku karena penghianatan kalian yang begitu menyakitkan.