Siapa yang menjamin bahwa 'selalu bersama dalam waktu yang salah' adalah jodoh? Tidak satu orang pun bukan? Adapula yang tidak bersua dalam waktu yang lama, tapi siapa yang menjamin mereka tidak berjodoh?

Barangkali Tuhan akan menjanjikan kebersamaan di waktu yang tepat.

——————————————————————————————————

adalah aku dalam kesendirian

tak ku dengar rayu Melayumu

Advertisement

tak ku tatap wajah Jawamu

yang ku lihat hanya tangisan rembulan

di malam kepergianku

================

Betul, setabah apapun kau menerima jarak, sepicik apapun kau bermain dengan waktu, bila semuanya belum tepat, akan selalu saja datang kegundahan. Kadang mencintai seseorang tidak semudah apa yang diucapkan motivator kelas dunia. Sebab mencintai hampir tidak butuh teori. Cukup dirasakan dalam hati.

Kau boleh saja berkata begini dan begitu, namun di kala hatimu ikut bicara, kau tak akan sadar bahwa teorimu sudah kau kubur dalam-dalam. Tidak ada yang salah dengan semuanya. Kau hanya butuh belajar mencintai dengan baik.

Semakin hari, kau bukan seorang ABG labil lagi, hubunganmu haruslah dimaknai dengan serius. Mulailah berpikir bahwa cinta yang kau punya bukan sekedar untuk hura-hura. Libatkan Tuhan dalam hubungan itu. Cinta segitiga? Iya? Memang harus begitu adanya. Modal kepercayaanmu pada Tuhan harus lebih tinggi dari kepercayaanmu padanya.

Kembali LDR, kau tak menatap wajahnya, bukan? Sapa seperti halnya kau tidak menatap wajahNya bertahun-tahun sepanjang hidupmu. Lalu apa yang kau ragu? Ketahuilah cara mencintai yang paling romantis adalah mencintai dengan do'a. Tidak ada yang lebih dari itu.

Sebab dengan do'a cinta segitiga itu akan berjalan dengan baik. Bahkan jauh lebih baik di atas dugaanmu.

Bahkan ketika malam pun terasa terang

kau mencoba mencari seonggok daging

yang kau temukan hanyalah bangkai

bila waktunya belum tepat.

Usah risau, sayang

tengoklah kedalam hatimu

bila namaku masih ada di sela-sela doamu

percayalah, kita sedang bercinta dengan romantis

mengalahkan Romeo-Juliet

sekali lagi.. Bahwa..

doa takkan kehilangan tuah di hadapan Tuhan,

Hyd