Pertemuan dengan kalian adalah suatu hal yang bisa disebut sebagai kesengajaan. Kesengajaan yang mungkin tidak pernah terkalkulasi oleh nalarku sebelumnya. Diri ini merasa pertemuan itu mungkin hanya akan berakhir dalam hitungan bulan saja. Hitungan bulan, sembari amanahku dalam mengajari kalian juga telah usai.

Ternyata Tuhan punya kehendak lain. Kehendak Nya yang kadang tidak bisa diterima bahkan dengan logikaku. Merenungpun selama berhari-hari tidak pernah muncul jawaban atas pertemuan ini. Tapi, bermulai dari situ semua ini terjadi. Pertemuan tanpa kesengajaan yang membuka kisah baru dimasa studi ini.

Masih segar dalam ingatan, semua ini berawal dari tugas interview kalian. Interview singkat yang bagi kalian mungkin hanya sekedar penyelamat untuk tugas Osjur.

Perkenalan memang tidak pernah memandang waktu dan tempat. Tiga orang berkenalan dengan waktu yang berbeda-beda, serasa dunia ini hanya sesempit benang sutra, tak disangka kalian akan menjadi 3 orang sahat kecil.

Sudah banyak hal yang terlewati sembari menyelesaikan berbagai macam amanah. Mulai dari hal sepele, hingga hal yang bagiku bermakna, seperti pertemuan ini. Sempat terhenti karena kewajibanku mengabdi ke tanah lahir. Membantu membangun negeri, walau hanya dalam langkah kecil. Selama itupun, kalian juga semakin berproses menjadi manusia yang bisa dibilang baru melek dunia.

Advertisement

Kalian yang tidak akan tersebut namanya dalam tulisan ini. Kalian, tiga orang manusia yang aku sebut "bocah". Kalian yang punya karakter dan pembawaan berbeda-beda. Semua itulah yang membawa keunikan dalam pengalamanku ini. Pengalaman yang mungkin bagi orang lain hal yang tak berguna. Namun, bagiku kesederhanaan ini adalah romansa pengalaman yang tidak akan terlupakan. Mengenal manusia, yang tidak pernah terencanakan sebelumnya.

Tiga dari kalian, adalah orang yang berbeda yang dipertemukan dalam suatu "keluarga" di jurusan ini. Kalian mungkin tidak pernah kenal satu dengan yang lainnya. Hanya menjalani apa yang ada, demi meraih tujuan diri masing-masing. Mengenal kalian itu unik. Seperti pengasuh dalam cerita dongeng. Terkadang harus bisa bercanda, menguatkan, serius, sok bodoh, atau mungkin hal lain. Hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Kedekatan ini memang banyak yang mempertanyakan. Kenapa seorang angkatan tua, masih mau berkecimpung dengan bocah seperti kalian. Memang tak pernah terjawab pertanyaan itu. Cukup dipahami dan dimengerti, bahwa semua itu adalah salah satu tanggungjawab ini. Memberikan nasihat, yang kadang kalian pandang adalah suatu larangan. Larangan yang terkadang kalian pikir itu untuk membatasi diri kalian.

Tak pernah terpikir untuk membatasi manusia yang memang bukan bagian dari hidupku. Kesalahanku mungkin aku sempat jatuh hati pada salah satu dari kalian. Membuat semua ini agak berbeda. Jika semua ini bisa diulang, lebih baik pertemuan itu tidaklah harus terjadi. Tapi, Tuhan selalu berkehendak lain. Mengizinkanku menaruh rasa, agar aku belajar, bahwa suatu saat nanti, ada alasanku untuk pergi dari kalian. Melihat apa yang harus dilihat, dengan suatu kebanggaan tersendiri, pernah memliki teman kecil yang luar biasa.

Tapi, orientasiku tidak akan berubah. selama aku masih disini, aku akan melakukan apa yang harus dilakukan. Hanya ingin memberikan motivasi, memberikan pengalaman, supaya kalian bisa menjadi lebih baik lagi. Karena sebaik-baik manusia adalah yang mampu bermanfaat bagi orang lain. Tidak harus memberikan semua hal kepada orang banyak, cukup kalian saja yang saat ini aku bisa yakini. Yakin, bisa menjadi manusia luar biasa, suatu saat nanti.

Pesanku kepada kalian, tiga musketir kecil yang sedang menikmati dunia baru. Dunia yang membuai, tapi penuh dengan kejam tak berbekas. Hiduplah dengan prinsip, belajarlah dari kesalahan dan pengalamanmu, pegang selalu persahabatan kalian. Tidak usah banyak, cukup kalian bertiga. Teruntuk yang pertama, tidak usah berusaha membuktikan siapa diriku, karena diriku adalah aku. Karena itu adalah hal yang sangat sulit untuk kau buktikan.

Teruntuk yang kedua, maaf. Karena itu yang bisa aku ucapkan. Sebenarnya aku selalu ingin pergi lebih dulu, tapi ternayata Tuhan meminta untuk bertahan lebih lama. Semoga kau bisa jadi lebih baik.

Teruntuk yang ketiga, Jadilah bocah yang punya pikiran dewasa. Polosmu, adalah kuncimu untuk melakukan pembuktian, kalau pembelajaran yang kau lakukan adalah luar biasa.

Untuk kalian, Sahabat kecil di akhir masa studiku

(Yel, stan, dan mbul).