"Manusia kadang lupa ketika berada diatas karena tertutup awan, kelak ketika terjatuh dan mendarat barulah sadar" mungkin ungkapan tersebut memang cocok digunakan untuk orang-orang yang angkuh karena jabatan.

Apakah dengan sebuah kedudukan atau jabatan siapapun berhak untuk menjadi paling benar? Kurasa, semua yang sadar akan berkata tidak setuju.. Siapapun ketika tidak bersalah berhak menyampaikan alasannya, atau bahkan mungkin membantahnya..

Lalu kenapa di Indonesia banyak dari kami harus selalu patuh dengan orang yang disebut atasan? Mesti bersaing dengan para anggota yang berseragam kah? Yang ketika bersalah ataupun tidak selalu mengaku dan mengatakan "SIAP SALAH".

Maaf, pak, bu, kami masyarakat sipil, masyarakat demokrasi, dan kita sama-sama digaji. Jadi sudah semestinya ketika anda ataupun saya bersalah selayaknya mengakui dan meminta maaf kepada sesama bukan lantas malah seolah enggan menerima bantahan dari orang yang tidak bersalah.

Ada yang harus diingat pak, bu, ketika kerja anak buah kalian baik, toh yang mendapatkan pujian kalian, tapi ketika hasil kerja tidak memuaskan big bos, pastilah kami yang terkena imbasnya paling pertama.

Advertisement

Bukankah, kami selama ini membantu mengharumkan nama anda??? Lantas masih pantaskan kami selalu disalahkan?? Ketika anda salah, sewajarnya anda pun berani mengakuinya, bukan malah sebaliknya!!

Kita semua sama-sama berjuang untuk mencari nafkah bagi keluarga, jadi jangan lah saling menyombongkan kedudukan. Toh pada akhirnya ketika kita mati yang dibawa hanyalah selembar kain kafan dan amal perbuatan sedangkan sebuah kedudukan, harta dan semacamnya akan ditinggalkan.

Kami khawatir pak, bu, atas keangkuhan yang ada pada diri kalian. Sesungguhnya kami sangat menyayangi kalian, meski mungkin sedikitpun tidak ada rasa itu bagi kami di hati kalian.

Dari kami para bawahan yang selalu saja disalahkan……