Kemarin aku menonton sebuah film yang mengingatkanku tentangmu, aku pernah terfikir sebelum film itu diputar, pernah terlintas saat aku telah dilamar seseorang nanti, mungkinkah kau akan menjadi bumerang buatku sebelum aku mengikat sumpah janji di depan altar yang sakral?
Yah, dan kemungkinan yang tidak mungkin akan menjadi mungkin dalam skenario film. sebuah peran yang alurnya sudah disetting habis-habisan.
Sedangkan kita?
Kita berbeda, mungkin aku tak seberuntung Cinta yang mendapatkan hati Rangga,
dan kau bukan Rangga yang akan datang kembali kepadaku karena kekosongan hatimu tanpaku.
Aku merasakan hal yang sama, sesuatu yang belum kutuntaskan, ini menjadi PR untukku. Tapi aku bukan cinta meski aku pun telah menantikanmu bertahun-tahun, aku tak punya kesempatan tuk seperti yang dialaminya.
Film yang membuatku sedikit tertunduk, menahan airmata karena aku menyadari sesuatu hal yang tak bisa aku kembalikan, waktu dan moment yang bisa aku bagi denganmu.
Semua sudah terlambat.
Di antara kita sudah ada jurang pemisah
Siapa yang akan menjembatani, tiada seorang pun yang mau mengambil resiko.
Kepergianmu benar-benar menghancurkanku, tiada lagi ruang tersisa bagi yang lain. Aku bukan hanya kehilanganmu, lebih dari itu, aku kehilangan rasa untuk mencintai selain dirimu. Kini yang tersisa hanya aku yang membiarkanmu berlabuh di pelukan kekasihmu.
Ajarkan aku menerima kepergianmu menjadi sebuah cerita terbaik di hidupku.