Hai Kamu. Bahagiakah kamu setelah mematahkan hatiku?

Aku hanya ingin menyapamu, memberitahu bahwa hati yang kau bagi, kau patahkan dan kau lukai hingga berdarah dan kau, kini sudah tak semati dulu. Kamu ingat kamu pernah berkata "waktu adalah pembunuh paling kejam?" Ya, waktu juga yang kemudian membunuh hatiku dan segala perasaan di dalamnya. Kau tahu apa yang aku lalui untuk sampai di sini? Kurasa kamu tak tahu. Jadi mari ku beri tahu.

Aku menangis dalam 24 jam hari-hariku, aku diam dan menyimpan semua rasa sakitku sedalam yang aku mampu. Lalu aku kemudian sadar, cinta bukan lagi kisah kita. Aku rasa cukup rasanya seperti ini. Aku mengambil kembali hatiku yang sisa serpihan itu, aku membasuh luka-lukanya yang berdarah itu sendiri. Aku memaafkan hatiku sebelum aku memaafkan kamu. Aku berdoa agar tak menemukan hatiku seperti ini lagi.

Hai kamu, lihat, kini hati yang kau hancurkan itu lebih tega, bahkan sangat kuat. Sesungguhnya terima kasih karena luka yang kau beri aku belajar banyak hal tentang menjadi kuat.