Senja dan gerimis.

Perpaduan cuaca yang sangat kusuka. Syahdunya senja yang jingga berbaur dengan dinginya rintik gerimis yang menguarkan aroma tanah basah, selalu saja membuatku mengingatmu. Sepenggal gerimis di kala senja, selalu saja membuatku merindumu. Bayang-bayang senja yang semakin samar, lalu menghilang tak terbaca, sama seperti kamu.

Kamu selalu tak terbaca. Sekian lama ada dalam hidupmu, menjadi lebih dekat dan lebih dekat. Tapi tetap saja, begitu sulit untuk membaca apa inginmu. Pernahkah tahu rasaku? Pernahkah mengerti rinduku? Aku masih saja menatapmu dengan rasa yang sama. Rasa yang tak pernah mampu kuabaikan. Entah mengapa rasa ini tak jua memudar. Kucari jawab dari setiap tanya dalam kepala. Tak satupun yang aku tahu.

Aku menyayangimu dengan senderhana, tanpa syarat apapun, tanpa meminta apapun, bahkan jika sayangku tak berbalas sekalipun. Cukup bagiku saat masih bisa melihatmu tertawa, mendengar dan menimpalimu bercanda. Cukup bagiku melihat sosokmu ada, walaupun tanpa bisa menyentuh dan memelukmu. Sesederhana itu, hanya itu.

Menyayangimu ibarat roller coaster, suatu saat rasaku melayang tinggi ke udara, di saat yang lain rasaku terpuruk luruh sampai ke tanah. Rasa itu masih tersimpan rapi di hatiku. Walau hanya bisa berpasrah akan hadirnya rasa yang salah, tapi tetap saja tak pernah bisa membuang rasa yang sudah terlanjur ada.

Advertisement

Kamu adalah semu, dan akan tetap menjadi semu. Kamu datang di saat senggang, bukan karena kamu sayang. Aku dan kamu berbeda. Rasaku dan rasamu tak sama. Rinduku dan rindumu bukan dalam artian kata yang sejalan.

Bagaimana caranya aku menghapus bayangmu saat kamu selalu ada di hadapanku? Bagaimana caranya aku menghilangkan rasaku saat kamu selalu ada di dalam kepalaku? Mencoba untuk tak peduli, tapi hatiku tak bisa kubohongi, aku merindumu.

Aku ingin menyimpan bayangmu dalam kotak kenanganku. Walau aku tak yakin bisa. Karena setiap hari masih harus kuakrabi sosokmu. Seseorang yang pernah berbagi sepotong waktu denganku. Seseorang yang pernah kubagi sepotong hati. Seseorang yang masih saja kusayangi.

Kamu dan kenanganmu…

Aku dan rasaku…

I love u…

and still…