Untuk para job seekers, apa kabar? Masih semangat mencari kerja? Atau sudah menyerah?

Apapun itu yang kamu rasakan, menjadi job seeker itu sama nggak enaknya dengan jomblo yang belum dapat pasangan. Apalagi kalau kamu baru lulus sekolah atau kuliah, dan belum dapat kerja. Setiap bertemu saudara atau teman pasti ditanya “kerja dimana?” rasanya nyesek-nyesek gimana gitu. Semacam pertanyaan saat kita datang ke undangan pernikahan terus ditanya dengan kalimat ajaib ini “kapan nyusul?” Rasanya kayak mau minum air sama gelasnya sekalian.

Kita memahami bahwa hidup memang penuh dengan kejutan. Sama saja kayak tiba-tiba kita bangun tidur lalu gebetan ngechat kita. Atau bisa juga tiba-tiba kita dapat rejeki entah dari mana datangnya. Begitulah hidup, terkadang rumit dan menegangkan. Terlihat seperti tantangan yang asik ketika kita menikmatinya, dan terkadang seperti pisau yang menghujam hati kala galau dan baper datang. 

Mungkin hal ini yang sedang kita alami. Sebenarnya, hal-hal seperti ini bukan hanya kita yang merasakan, orangtua dan teman-teman kita dulu juga pernah merasakannya bahkan hampir setiap manusia juga pernah merasakannya. Ketika kita memiliki pekerjaan sesuai harapan dengan gaji yang kita inginkan maka kegalauan kita hanya masalah jodoh. Tetapi, kalau kerjaan belum dapat, jodoh belum dapat, rasanya kok galau itu kayak rumus matematika nyari volume kubik pake pangkat tiga.

Jadi job seeker memang nggak enak, semua orang pasti maunya langsung tes kerja dan diterima. Tenang guys, menjadi job seeker terkadang memang nggak enak tapi pasti ada hal positif lain yang bisa kita temukan. Di saat-saat genting kayak gini kadang bikin kita suka galau, mudah baper dan ingin menyerah. Sebenarnya sih kalau mau menyerah ya nggak masalah tapi jangan menyesal kalau kita nggak bisa dapatkan pekerjaan impian kita.

Advertisement

Kita apply lamaran di sana-sini, lalu dapat undangan interview sana-sini, berasa kayak bola digiring ke kanan lalu ke kiri, tahunya ngga goal. Sedih memang, namun manusiawi kok kalau kita sedih. Sebenarnya yang lebih menyedihkan lagi itu kalau kita menyerah setelah semua usaha yang kita lakukan. Ingat ya, bukannya Tuhan nggak sayang sama kita tapi Tuhan hanya mau tahu aja, seberapa keras usaha kita buat mendapatkan apa yang kita mau. Tuhan cuma mau lihat semangat dan perjuangan kita.

Kalau Tuhan mau pun, bisa aja bangun tidur kita langsung diterima di perusahaan impian tanpa perlu kita taruh lamaran atau mengikuti tes dan kawan-kawannya. Kita tentu sering mendengar bahwa usaha tidak akan mengkhianati proses. Kalau proses kita mati-matian berjuang maksimal maka kita harus yakin bahwa hasil yang kita dapatkan pastilah yang terbaik. Menjadi job seeker itu tentang semangat yang nggak pernah padam, tentang mengusahakan apa yang kita cita-citakan. Yakinlah selalu ada hal indah yang menanti selepas semua kelelahan dan kegalauan yang kita lakukan.

Kita hanya diminta Tuhan untuk berjuang dan berusaha, masalah hasil Tuhan yang menentukan. Jika dengan hal ini saja kita sudah menyerah bagaimana mungkin Tuhan akan memberi kita kepercayaan untuk sesuatu yang lebih worth? Kasarannya seperti ini, kalau kita diminta Ibu buat menjaga uang 500 ribu dan kita gagal, mana mungkin Ibu mau kasih kita kepercayaan buat menjaga duit 50 juta. Nggak mungkin banget kan?

Oleh karena itu, ayo semangat lagi! Jangan menyerah! Jangan pula mengharapkan kata semanagta dari orang lain. Semangat itu datangnya dari diri kita sendiri bukan dari orang lain!