Hari ini, mungkin kita kenal banyak orang. Tapi kita justru belum kenal diri kita sendiri.

Kemarin dan esok kita tahu banyak tentang orang lain. Tapi sayang, kita hanya tahu sedikit tentang kita sendiri.

Jadi, sebenarnya kita ini siapa? Kok bisa, kita tahu orang lain tai gak kenal diri kita sendiri? Tanya dong, siapa kita ini?

Kalo kata si bule, "Who am I ?". Keren ya bahasanya.

Siapa sih KITA?
Ini bukan soal bahasa. Juga bukan soal bertanya, lalu dijawab. Siapa kita, bicara soal moral, soal arah dan orientasi hidup. Kita, manusia hanya berasal dari setetes air yang hina, jijik, dan kotor. Mau atau tidak kita mengingat asal muasal kita? Kita ini hanya setetes mani.

Advertisement

Kata banyak orang, kita sering menuntut, sering lupa rasa syukur. Dan akhirnya, lalai untuk memperbaiki diri.

Kok tahu? Iya tahulah. Kan hari-hari kita lebih senang berkeluh kesah, mengumpat. Tambah suka sombong, kikir, dan rakus lagi. Mungkin juga banyak ingkar lagi tergesa-gesa. Mendzalimi diri sendiri hingga lupa berterima kasih. Semua tabiat itu jadi bukti kita sering tertipu oleh diri kita sendiri. Bener gak? Gak tahu dehhh…

Ahhh, kita ini siapa sih? Mikir dikit kek. Kita bukan siapa-siapa kok. Kita lebih banyak menuntut hak kita dipenuhi Allah. Tapi di saat lain kita bermaksiat kepada-Nya. Kita banyak berharap dicintai orang lain. Tapi di saat lain, kita menzalimi diri kita sendiri. Uhhh pucing pucing pucing.

Kalo gitu, siapa sih kita ini?

Kita, hanya hamba yang diperintah Allah. Beribadah dan menyembah Allah menjelang kematian kita. Itu saja. Lalu mengapa kita lupa dan meminta Allah mengabulkan apa yang akal pikiran kita mau, pikiran tentang sukses di dunia doang. Tentang harap dan mimpi di dunia semata.

Wajar kalo gitu, kita tak tahu siapa kita. Wajar pula, kita makin jauh dari tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Tahu gak tujuan hidup kita? Gak tahu juga. Tujuan hidup kita itu hebat banget agar KITA mendapat surga Allah.

Sungguh, harta materi dan apa saja yang kita punya memang baik asal tidak membuat kita lupa. Karena nafsu dan kesuksesan materi hanya membuat kita semakin kurus, kering, dan sepi dari-Nya. Berhati-hatilah.

Jadi kita harus bagaimana dong?
Gak usah gimana-gimana. Sederhana aja resepnya. Dalam Nashaihul Ibad, kita cuma disuruh SADAR akan 3 hal pada diri kita, yang isinya cuma 1) RUH agar berpegang pada Allah, 2) AMAL yang jadi milik kita sendiri, dan 3) JASAD yang akan habis ditelan bumi.

Jadi siapa sih kita?
Saya juga tahu siapa kita. Cuma di antara kita, ada yang punya lisan tapi gak punya hati. Ada yang gak punya lisan tapi punya hati. Kita sering kenal banyak orang, tapi gak kenal diri sendiri.

Kini, kita yang pilih mau di mana dan ke mana dalam hidup.

Jadi kalau gitu, siapa sih kita? Gak tahu deh, gue aja gak tahu apalagi elo. KITA, auu ahhh gelap …

#BelajarDariOranngGoblok