Kamu pernah gak bicara dalam hati atau bilang ke orang lain, "KALAULAH DULU AKU…….."

Itu adalah kalimat penyesalan. Iya merasa menyesal atas tindakan, pilihan atau keputusan yang pernah kamu ambil. Dan sekarang, setelah dipikir lagi sepertinya gak sesuai dengan harapan kamu kan… itu fakta.

Kalaulah dulu aku, ungkapan itu dipakai untuk membandingkan keputusan masa lalu dengan standar ukuran hari ini. Ada penyesalan. Dan kamu seolah ingin memutar waktu kembali. Ingin diberi kesempatan ke-2 untuk mengambil keputusan yang sama pada masa sekarang. Betul gak? Itu fakta perasaan kamu sih…

Kalaulah dulu aku…, intinya itu ungkapan penyesalan. Kamu menyesal. Udah itu aja dan silakan diakui dulu agar kamu bisa jadi orang yang fair dan mau menerima kenyataan.

Menyesal atau penyesalan. Kadang kita lupa ada banyak hal dalam hidup yang gak bisa dihindari. Sehingga kamu dipaksa atau terpaksa memilih, mengambil keputusan. Iya gak?

Advertisement

Tapi di saat lain, di saat sekarang, kamu menyesali apa yang telah kamu pilih atau kamu lewati. Sungguh, penyesalan kamu di masa kini makin membuat kamu harus memikirkan hal-hal bodoh yang kamu lakukan di masa lalu. Sedih banget ya kalo gitu….

Penyesalan yang teramat sangat justru dialami pada mereka yang tidak mau memilih atau mengambil keputusan di masa lalu. Ketika SMP gak mau rajin belajar, saat SMA nolak diajak pacaran sama cowok baik, atau waktu kuliah lebih senang berlama-lama di kampus. Akhirnya gak milih, gak ambil keputusan. Sekarang menyesal. Lalu berpikir, kalaulah dulu aku …..

Berapa banyak mereka yang menyesal hari ini? Karena gak melakukan pilihan, gak mau ambil keputusan. Gak mau pacaran, gak mau pilih pasangan yang kurang ganteng tapi baik, gak salah bergaul dengan teman, bahkan gak salah milih jurusan saat sekolah atau kuliah. Lalu diukur dengan realita hari ini, jadi gak puas, gak nyaman, gak sesuai harapan…. akhirnya menyesal. Kalaulah dulu aku ……….. lagi.

Kalaulah dulu aku……
Menyesal atau penyesalan, sungguh tiada guna. Gak perlu menyesal. Lebih baik bersahabat dengan realitas. Itu aja, biar bisa apa adanya. Untuk apa juga menyesal, nasi udah menjadi bubur.

Seperti ungkapan, "burung yang terbang dari sangkar tak akan pernah kembali bila pintu sudah tertutup." Sesuatu yang sudah terjadi gak akan bisa normal lagi. Karena kamu sudah memutuskannya di depan.

Lalu, apa yang bisa kamu perbuat?
Kalo yang bisa diperbuat tentu banyak. Hanya kamu mau lakukan atau tidak. Atau kamu hanya bisa memikirkan kenapa semuanya terjadi. Atau kamu menyesalinya, lalu bilang kalaulah dulu aku….

Sahabat,
Apapun yang kamu lakukan harus diambil hikmahnya. Direnungkan untuk masa ke depannya. Bukan untuk disesali. Bukan menyesal atau menjadi penyesalan yang tidak berbatas waktu. Memang benar, kamu pernah salah mengambil keputusan. Tapi itu semua tidak lantas memvonis hidup menjadi sia-sia.

Sahabat, hidup hanya sekali. Dan kamu pasti punya banyak waktu untuk berbuat lebih baik lagi, untuk menjalani kehidupan ini sebaik mungkin di sisa waktu yang tersedia.

Maka ke depan, jangan ada lagi yang disesali. Jangan ada penyesalan. Dan hindarilah diri dari perkara-perkara hidup yang seperti ini:

1. Hidup gak perlu pura-pura, hanya untuk membuat orang lain kagum. Kamu terlalu buang waktu untuk dipersepsi orang lain "seperti apa" hingga lupa siapa diri kita yang sebenarnya.

2. Hidup gak bisa terikat pada masa lalu melulu, hingga mengelak dari realitas dan ikhtiar. Tegarlah berdiri di masa kini agar bisa melihat masa lalu sebagai pelajaran dan melihat masa depan sebagai tujuan.

3. Hidup gak bisa dihadapi dengan sikap mudah patah hati. Kokoh dalam menghadapi kesulitan atau musibah. Gagal itu gak ada, yang ada hanya hasil yang kurang kita senangi.

4. Hidup kadang gak harus mendapatkan melulu, tapi juga ada saat melepaskan dan menunggu. Tapi banyak dari kamu yang tak sabar menghadapinya. Kita kurang kuat dan kurang bijak menyikapi setiiap keadaan yang terjadi. Kadang kita boleh jatuh ke bawah dulu sebelum dapat berdiri lebih tinggi daripada posisi sekarang.

5. Hidup gak boleh malas dan banyak berangan-angan kosong. Untuk apa kamu merasa penting dan diperlukan tapi hanya terduduk saja. Berhentilah untuk berangan-angan kosong. Karena dunia gak berhutang pada kita, malah kita yang berhutang pada dunia.

Tentu, kamu gak bisa lagi terus menerus menyesal. Semua yang terjadi biarlah berlalu. Bersiaplah menyongsong hari esok. Katakan saja apa yang kamu harus katakan sekarang lalu kerjakanlah. Ungkapkan isi hati bila itu membahagiakan. Penuhi segala janji yang sudah diniatkan. Jangan hanya pandai berucap tanpa mau melakukan. Jagalah kepercayaan yang sudah orang lain berikan agar tidak memudar. Dan gak perlu lagi ada kebohongan dalam hidup. Jujurlah pada diri sendiri dan orang lain. Sehingga kita tak akan mengabaikan setiap detik waktu yang ada. Karena setiap waktu pasti bermakna. Dan katakan atas semuanya, kepada semuanya ucapan TERIMA KASIH. Jika begitu, pasti tak ada lagi penyesalan atau menyesal.

Sahabat, berhentilah menyesali atau meratapi penyesalan. The show must go on, menjadi lebih baik keharusan.

Kita memang gak mau terjatuh di lubang yang sama. Tapi hari ini juga masih lebih baik dari hari kemarin. Kalaulah dulu aku …. tidak akan ada lagi. Katakan, KALAULAH NANTI AKU ….. #BelajarDariOrangGoblok