Malam kian larut, namun mata masih enggan menutup. Seakan ada sesuatu yang terus terbayang secara runut. Berpikir dalam-dalam mengenai cinta yang kian ku rasa bergumam.

"Hai cinta, apa kabarmu?" Katamu berbisik.

Ah! Jatuh cinta selalu saja terasa menyenangkan. Andai saja ini tak pernah berkesudahan. Lengan baju tergulung, sekelebat bayangmu muncul setiap kali aku termenung.

Kamu selalu tahu caranya membawaku kembali pulang. Bahkan, ketika malam, ketika tak seorangpun berani berlalu lalang. Cinta ini aneh kurasa. Terlalu banyak permainan kata yang sulit ku tebak maknanya. Rindu ini terlalu banyak, sampai hati terasa sesak. Jangan terlalu lama menjauh, aku mohon kembali dan rengkuh. Aku rindu, hangatnya peluk yang seringnya menyertaiku ketika suntuk.

Pulanglah, malam ini terasa dingin. Mungkin hadirmu akan memberikan sedikit celah untukku bersandar ketika aku ingin.
Kamu, kepingan indah yang ku rasa perlu aku jaga. Dirimu istimewa. Bahkan, di saat kedua matamu terpejam dalam-dalam.

Advertisement

Hai Cinta, aku ingin berjumpa!

Setidaknya, itulah kolase kata yang ku punya. Entah kamu percaya atau tidak, toh aku akan tetap sama. Merindukanmu dengan sisa yang ku punya. Tak penting seberapa jarang pertemuan kita. Selama kamu terlihat setia, setidaknya itu cukup membuatku percaya.

Gaya rambutmu. Ah!

"Mana obat gantengku?", katamu.

Sebenarnya yang kamu maksud hanyalah sebuah gel rambut dalam kemasan. Yang setidaknya bisa membuat PD-mu naik tingkatan. Rinduku selalu bersatu padu dengan datangnya bayanganmu. Yang membuatku tak bisa mengelak adalah karena aku kalah telak. Kamu hebat dalam hal memberi kenangan, meski datangnya hanya kalau ada kesempatan. Tapi, toh lagi-lagi aku tetap sayang.

Rasanya rindu ini tak akan habis dan tergambarkan hanya lewat kata-kata. Harusnya kamu ada. Disini. Cepat kembali, jangan pergi lagi. Jangan lagi.