PING… @kemana aja ???

PING….@Kok BBM gak dibalas sih !!!

PING…. PING…..PING !!!!!!!!!! (PING-nya berkali-kali, TANDA SERU banyak banget)

Kira-kira, apa artinya BBM seperti itu?

Bisa jadi, itu BBM antara cewek ama cowok yang lagi pacaran. Karena BBM itu, akibatnya mereka marahan. Si cewek kesal.

Setelah itu, apa yang terjadi ?

Si Cewek langsung ganti PP warna HITAM doang, dengan status “SINGLE”. Gara-gara BBM-an gak dibalas, cuma dibaca doang. Langsung marah, berduka-cita.

Kebayang kalo BBM itu terjadi antara anak dan Bapaknya. Si Anak BBM terus gak dibalas Bapaknya, langsung ganti PP warna hitam juga, terus status-nya “YATIM” hahahaha, parah.

Mengapa itu bisa terjadi? Mungkin, si cewek terlalu banyak berharap, over expectation pada cowoknya. Pengen ini. Pengen itu. Berharap ini. Berharap itu. Semuanya ingin cepat. Jika perlu instan. Tanpa perlu proses. Apalagi ditumpukan pada seseorang semata. Sudahlah, pasti ujungnya kecewa. Terlalu banyak berharap, jadi kecewa deh.

Advertisement

Ya. Over expectation terlalu sering hinggap di dalam diri manusia. Coba kita simak, surat seorang remaja di bawah ini:

Kamu tau gak, sebenarnya, aku sangat takut kehilangan kamu. Sejak kita pacaran, aku tidak mau jauh darimu. Kamu sakit aku sangat cemas. Kamu gak ke kampus, hidupku berasa sunyi dan sepi. Salah gak sih kalo selama ini kamu selalu aku nomorsatukan dari yang lainnya?

Ya, aku memang salah. Aku terlalu bodoh karena sudah mencintai orang yang tidak mencintaiku. Kamu memang gak pernah mau ngerti perasaanku. Sikapmu tidak seperti sikapku. Perhatianmu tidak seperti perhatianku. Apa sih yang salah dari aku ke kamu selama ini?

Kamu memang gak akan pernah paham perasaanku. Mau berapa banyak lagi air mataku jatuh hanya memikirkanmu? Begitu sering kau menyakitiku dan begitu sering juga aku memaafkanmu. Begitu tulus aku mencintaimu, tapi kamu cuek aja. Malam ini, aku hanya bisa terdiam dan membisu. Merasakan sakit hati ini sendiri. Apa daya, kamu memang tidak mencintaiku.

Sudahlah, jika memang cinta kita harus berakhir. Asal kamu tahu, itu bukan pilihanku. Kini, aku sangat sakit. Aku memang terlalu bodoh, terlalu banyak berharap dan bermimpi untuk bisa memilikimu seutuhnya. Aku bodoh. Walau sulit melupakanmu, aku akan berusaha sekuat tenaga. Menjauhlah dariku, aku sudah lelah dan capek merasakan sakit ini. Aku minta maaf sudah buat kamu marah.

Aku minta maaf udah buat kamu jenuh. Aku minta maaf karena gak bisa jauh dari kamu. Aku memang biasa disakiti. Aku memang harus sendiri lagi. Kini, aku sadar, sadar. Bahwa aku bukan siapa-siapa buat kamu. @Salam, yang sedang berduka.

Sungguh, mengharukan. Padahal, sebabnya cuma satu; over expectation, terlalu banyak berharap. Akhirnya, di-PHP deh ….

Don’t expect too much. Ya, jangan terlalu berharap berharap. Harapan memang harus ada, tapi jangan berlebihan. Biasa saja. Karena sekali kita berani “berharap” maka harus siap untuk kecewa. Karena tidak setiap keinginan kita bisa terlaksana. Sangat wajar. Bukankah penentunya adalah Allah. Hidup kita di tangan Allah. Jodoh, maut, rezeki kita, sungguh di menjadi kuasa Allah. Manusia hanya ikhtiar, berusaha saja.

Ingat pijakan kita adalah:

Waidza azamta fatawakkal alallah. Innallaha yuhibbul mutawakkiliin. (Ketika engkau punya keinginan yang kuat, maka pasrahkanlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berserah diri).

Kita, manusia diperintah untuk berusaha maksimal, adapun hasilnya menjadi kewenangan Allah. Berusaha keras itu wajib bagi kita, tapi harapan sekedarnya saja. Jangan terlalu banyak berharap, jangan over expectation dalam segala hal.

Apalagi kepada sesama manusia. Di samping punya potensi dan kelebihan, manusia juga tempatnya salah dan lemah. Sungguh, over expectation atau ekspektasi yang berlebihan adalah suatu yang sia-sia. Terlalu banyak berharap hanya membuat pikiran dan hati kita tidak seimbang. Kalo sudah gak seimbang pasti jadi tidak stabil. Emosional, bahkan kehilangan objektivitas. Kamu sih, terlalu banyak berharap.

Jadi, apa artinya tulisan ini?

Tidak ada artinya, yang penting, “jangan terlalu banyak berharap” pada apapun, pada siapapun. Kecuali Allah, sebaik-baik tempat berharap. Setiap kita, pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tak perlu banyak berharap. Karena kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok, di waktu yang akan datang …… Again, Don’t expect too much.

#BelajarDariOrangGoblok