Hai kamu…

Kamu yang berada di dalam hati dan doa ini…

Jika kelak kamu lelah dengan apa yang kamu kejar, ingatlah ada banyak orang yang harus kamu banggakan. Ayah-ibumu, saudara-saudarimu, serta keluargamu.

Jika kelak kamu merasa bosan dengan apa yang kamu cita-citakan, ingatlah ada banyak orang yang harus kamu tunjukkan akan kemampuanmu. Ayah-ibumu, saudara-saudarimu, serta keluargamu.

Teruntuk kamu…

Advertisement

Yang sangat aku kagumi dalam diam ini.

Kamu…

Yang kurasa memiliki pemikiran yang hebat, yang kurasa memiliki kemampuan yang kuat.

Kamu, seseorang (yang tak perlu kusebutkan insialnya) yang sedang mengejar cita-cita…

Bagiku kamu adalah seseorang yang memiliki sifat penuh kesederhanaan, bagiku kamu seseorang yang ter-amat menyenangkan.

Kamu..

Dirimu tidak sendiri…

Kejarlah cita-citamu wahai seseorang yang dengan kehadiranmu, maka hangatnya mentari akan menenangkan. Selanjutnya doa pada sepertiga malam ini akan tetap berada di belakangmu.

Pada orang-orang yang memandangmu sebelah mata, pada orang-orang yang memandangmu penuh iri. Jangan terpaku terhadap pandangan mereka. Biarkan kesuksesanmu yang akan menyilaukan mata mereka, dan biarkan doa-doa ini, yang akan meleburkan kerasnya hati mereka terhadapmu. Tentu, doa-doa ini. Doa dari seseorang yang amat mengagumimu.

Teruntuk kamu…

Satu pesan dari seseorang yang selalu memohon kesuksesan dirimu kepada Penciptamu. Jadikan dunia di tanganmu, bukan di hatimu.