Aku terlambat menyadari ketulusan hati seseorang yang telah pergi, ~ Kamu.

Jujur, dulu aku hanya menganggapmu teman. Aku sayang kamu sebagai teman. Sedikitpun tidak ada niatku meletakkan perasaan yang dalam untukmu. Saat kamu mengulurkan hatimu padaku, aku tidak benar-benar menerimanya. Aku masih di ambang kebingungan untuk meletakkanmu dalam hatiku.

Aku mulai risih bersamamu. Perkenalan hati yang begitu singkat berakhir dengan pernyataan cinta darimu. Kamu terlihat sangat bahagia dengan perasaan itu. Aku juga bahagia, tapi tidak benar-benar bahagia. Mungkin karena aku tidak merasakan hal yang sama denganmu, mungkin juga karena aku tidak mau menganggapmu lebih dari teman.

Aku cuek ! Aku mulai terlihat cool. Bersikap seolah-olah aku mencintaimu, itulah caraku. Saat semua orang bertanya padaku tentang kamu, aku menjawab dengan penuh kepura-puraan. Kata-kata manismu, mengerikan. Perhatianmu tak ku pedulikan. Senyumanmu tidak berhasil mengubah perasaanku.

Normal awalnya, dan jenuh setelah melihat tingkah bodohmu yang secara langsung menyanyikan lagu cinta di hadapanku. Aku malu melihatnya, dan itu sangat membuatku kesal. Sangat bodoh ! Kamu selalu berusaha meyakinkan aku tentang cintamu. Tapi aku ? Aku tidak pernah bisa membalas perasaanmu.

Advertisement

Dibanding denganmu, aku lebih sering tertawa lepas bersama mereka (teman-teman lelakiku). Kamu hanya merindukan aku yang tanpa kamu tau tingkahku di belakangmu.

Aku menyadari semuanya beberapa hari setelah kamu melontarkan kata putus. Rasanya ada yang hilang dari cerita harianku. Kamu yang selalu ku abaikan cintanya, ku usir begitu saja peasaannya. Senyumanmu, lagu cintamu, perhatianmu yang hanya ku anggap debu belaka, semuanya telah sirna. Tidak ada lagi kamu yang selalu memberiku support, tidak ada lagi kamu yang menepuk pundakku saat aku sedih, tidak ada lagi lelucon cantikmu di hadapanku.

Sekarang aku hanya bisa menangis dalam diam setelah mengetahui ketulusan cintamu yang teramat dalam untukku.

Aku terlambat memahami perasaanku. Aku baru mengerti bahwa aku telah kehilanganmu. Aku baru sadar penyesalan terdalam ketika tidak melihat seseorang yang benar-benar tulus mencintaiku, dan menjagaku dengan sepenuh hatinya.