Mencintai itu anugerah, katanya. Apakah mencintai tanpa memiliki juga anugerah? Semoga.

Lalu bagaimana bila dicintai sahabat karib, tapi tidak mencintai sebaliknya? Anugerahkah? Ya, jika merasa bisa untuk mencintainya pula. Mungkin tidak untuk sebagian kecil orang sepertiku. Dimana jatuh cinta itu adalah sesuatu yang luar biasa berat. Dimana sekian tahun usia remaja dan menginjak dewasa, jatuh cinta hanya sekali.

Menerima sahabat karib menjadi bagian dari hubungan yang berkaitan dengan cinta, seperti momok yang menjauhkan diri dari sesuatu yang namanya bahagia. Aku membayangkan dimasa depan, (tidak jauh, mungkin sebulan atau dua bulan nanti) aku akan menjadi orang lain di matamu. Bukan karena perubahan sikapku yang aku sengaja lakukan. Tetapi sikapku yang terubah dengan berjalannya waktu.

Aku tidak bisa bercerita kepadamu tentang dia yang aku cintai, tentang bagaimana selama ini setiap malam aku selalu memimpikan dia, baik sebelum tidur, ataupun selama tidur. Bahkan setelah bangun tidur, memimpikannya itu sesuatu yang selalu aku lakukan. Lalu kemudian seperti kebiasaan selama ini, jika siang aku bertemu kamu, atau malam bertemu kamu, aku akan sangat bahagia menceritakan cerita-cerita dimimpiku itu.

Lalu bagaimana aku bercerita jika aku tahu kamu mencintaiku? Apakah kau pikir aku setega itu untuk melukai sahabat yang paling dekat dengaku? Ironisnya, aku akan menyakiti orang mencintaiku. Dan jika kemudian aku pendam, kau tentu akan tau siapa yang sakit dengan keadaan itu? Aku. Iya, aku. Aku akan semakin tersiksa karena cintaku yang tak pernah sampai ke hatinya. Kini tidak bisa pula ku sampaikan keluar dari hatiku. Hanya terpendam di antara cabang paru-paru dan tenggorokan dimana letak pita suara berada.

Advertisement

Kau tahu, setiap kalimat-kalimat yang sudah kusiapkan untuk menceritakan buncahan bahagia, atau dalamnya rintihan derita didalam hatiku. Tempaku melepasnya hanya di telingamu. Dengan atau tidak sadarmu, aku bahagia melepaskan beban dihatiku kepadamu.

Jika kaupikir dengan mencoba untuk bersamamu akan membuatku jatuh cinta kepadamu. Aku ingin katakan kepadamu, berapa lama kita bersama? Apakah sekian tahun ini masih kurang cukup untuk memastikan, apakah aku bisa mencintaimu atau tidak? Bagiku sudah terlalu cukup menyimpulkan. Aku tidak bisa mencintaimu.

Tapi aku juga tidak ingin kehilanganmu sebagai sahabat. Aku benar benar telah menjadikanmu sebagai sahabat yang aku tidak ingin terpisah darimu. Sahabat yang benar-benar bisa saling mengerti, tanpa saling memiliki. Aku selalu merasa kau mengerti aku, sampai kau katakan kau mencintaiku.

Ingin kusampaikan kepada hatimu yang paling dalam. Sebenarnya aku disana bukan karena kamu mencintaiku. Kamu hanya sudah terlalu terbiasa denganku, sehingga seolah kamu tidak bisa kehilangan aku. Seolah kamu benar-benar mecintaiku. Tidak, aku yakin tidak. Kamu terlalu bergantung kepadaku selama ini, sehingga kamu merasa kamu mencintaku.

Kau ingin menawariku masa percobaan untuk saling bersama, saling memahami, dan mungkin akan membuat kita saling jatuh cinta. Bagaimana jika kamu kutawari sebuah jalan lain. Mari kita masing-masing saling memisahkan diri. Bukan menjauh, tetapi saling membuka persahabatan bersama orang lain. Saling menambah kesibukan, saling menambah pertemanan. Kau akan sadari, aku bukan apa-apa di hatimu, Kecuali sahabat yang benar benar saling mengerti.

Kita, bisa saling bersama tanpa saling memiliki, apalagi saling mencintai. Kita hanya perlu tahu, seberapa dalam hati kita saling menyimpan masing masing. Dan kau tau pasti, di hatiku, ada dia. Jauh didalamnya ada dia. Kau sudah tau sejak lama.

Dan jika, kemudian kau tetap memaksakan bahwa kau mencintaiku, aku tak sanggup untuk mengatakan hal hal klise. Aku tidak bisa menjawab dengan perkataan sok bijak, bahwa cinta tidak harus saling memiliki. karena kau sangat tahu, bahwa aku yang selalu berteriak-teriak di depanmu, bahwa CINTA HARUS MEMILIKI.

Aku juga tidak pernah bisa mengamini, kalimat yang selalu membisikkan, “lebih baik dicintai daripada mencintai”. Aku tak mau berbisik kepadamu dengan perasaan yang seolah tegar tetapi rapuh. Tidak ada yang lebih baik antara mencintai atau dicintai. YANG TERBAIK IALAH SALING MENCINTAI.

Mengatakan mencintaiku, akan menjadi jurang yang memisahkan kita. Dan jembatannya hanyalah sapa yang semakin hari, semakin getir. Dan jika perasaanmu menjadi dinding, semakin hari semakin tebal dan tinggi, maka satu satunya lubang yang menymbungkan mata kita, hanya tetes-tetes air mata ketika mengingat masa lalu.

Aku tidak ingin itu. Aku tidak ingin apapun memisahkan persahabatan kita. Aku tidak ingin. Dan jika kau tau cara terbaik untuk membuat cintamu tersampaikan, maka buatlah aku jatuh cinta kepadamu tanpa pernah mengatakan kepadaku.

karena sebagai seorang sahabat, aku akan selalu berdoa, agar orang yang kau cintai itu, mencintaimu pula.