Surga Dunia

itu yang terbesit dipikiran ku saat pertama melihat mu…

jujur aku tak bisa mengalihkan pandangan ku terhadap mu, senyuman mu bahkan selalu terbayang dalam benak ku, dan bahkan membuat aku tersenyum walau di dalam sepi. keindahan malam itu, masih sangat jelas aku bisa rasakan bahkan sampai detik ini. tak mudah melupakan mu. namun aku menyadari saat aku melihat ada tameng besar yang membuat harapan ku hilang tentang mu. aku yang tak mau bermain api, hanya bisa merelakan hubungan ini hanya sekedar teman. tidak ada rasa penyesalan sedikit pun karena kita hanya berteman, justru aku bahagia karena diberikan kesempatan untuk dapat mengenal mu. kau memberikan banyak pelajaran dalam hidup ku, dan membuka pintu untuk ku melakukan upgrade diri.

bagi ku….

kau adalah guru dalam hidup yang datang diwaktu yang tepat.

Advertisement

rasa kagum ku terhadap mu semakin besar, tapi tidak ada rasa yang lebih dari itu. aku hanya memuji mu dengan semua sikap mu di waktu yang singkat. mungkin tanpa kau sadari, kau telah memberikan ragam rasa, pelajaran, dan pengalaman yang luar biasa untuk ku. dengan semua yang terjadi di waktu yang singkat itu, aku selalu ingin bertemu dengan mu. beberapa cara aku lakukan untuk tetap berkomunikasi dengan mu dan itu berhasil. namun sepertinya ada yang salah….

saat komunikasi itu mulai intens terjalin, ada rasa berbeda yang aku rasakan dari mu.

sikap dan perhatian mu sungguh luar biasa, membuat aku seakan lepas kendali dengan perasaan ini. aku tetap tak ingin salah mengartikan sikap mu, karena aku masih takut dan mengingat tameng yang kau pakai. tapi tetap saja aku tak kuasa dengan semua yang terjadi. harapan ku semakin besar saat aku tau, tameng itu hanya sekedar hiasan dan tak ada makna di dalamnya. dan saat itu aku mulai memberanikan diri ku untuk menaruh sedikit harapan pada mu.

aku sadar akan tiba saatnya, kita tak dapat sering bertemu…

namun harapan tentang mu semakin besar. aku tau kau adalah orang yang baik, bahkan mungkin terlalu baik untuk ku, namun salahkah aku karena berharap tentang mu?

aku sadar…. kodrat ku sebenarnya hanya bisa menunggu, namun salah kah aku sedikit bermimpi tentang mu … tentang kita?

yang aku takutkan akhirnya terjadi, harapan itu hanya sekedar harapan… tak ada arti mungkin dimata mu. luar biasa memang…. aku frustasi… sempat aku menyalahkan diri ku sendiri kenapa harus ku goreskan perih di hati ini di saat aku benar-benar mengharapkan seseorang. aku masih yakin kau adalah orang yang baik, namun, sepertinya salah mengartikan apa maksud dari segala sikap itu.

di satu waktu aku merasa kau mencintai ku.. namun di waktu lain aku merasa kau lebih memilih orang lain. begitu seterusnya sampai detik ini. perhatian mu yang tertuju pada ku.. perlahan hilang, tak aku rasakan yang sama lagi. dan tanpa aku sadari air mata pun mengalir karena aku yang mengharapkan mu. kau bilang ingin bertemu, namun tak kunjung juga kau datang… sampai di saat kau benar-benar hadir di malam itu, kebahagiaan menyapa ku. dan setelah pertemuan itu kembali aku berharap dengan mu… tapi aku yang mencoba untuk membuat tameng agar rasa sakit itu tak sebesar seperti di harapan awal ku tentang mu.

sikap mu yang tak dapat ku tebak membuat aku selalu bertanya apa yang sebenarnya kau rasa terhadap ku. banyak yang bilang pada ku "aaahh udahlah tinggalkan saja", "dia ternyata gak sebaik yang dipikir", "jangan terlalu berharap.. move on dong", dan semua ungkapan lain yang membuat aku justru semakin penasaran dengan mu. gak ada alasan untuk membenci mu, masih sama seperti di awal, kau datang seperti guru dalam hdup ku yang memberikan pelajaran di waktu yang tepat. namun.. apakah aku salah tetap mengharapkan agar kau mencintai ku?

aku wanita yang setiap hari membuka history chat kita di berbagai media sosial yang aku punya. aku yang setiap hari memantau segala yang kau lakukan di luar sana. aku yang wanita yang selalu ingin tau dan berharap kau baik-baik saja. aku wanita yang dari jauh memberikan dukungan dan semangat kepada mu. aku wanita yang masih merindukan mu sampai detik ini. salahkan aku akan semua yang aku lakukan? aku hanya wanita yang mencoba mengupgrade diri agar pantas bersanding dengan mu… tidak kah rasakan itu?

namun sampai pada akhirnya kau tetap tak memilih ku, aku berterima kasih kau telah hadir dalam hidup ku. tetaplah menjadi teman dan guru yang aku butuhkan. mungkin hanya niat ku yang salah dengan semuanya…………