Kamu yang dulu telah memilih pergi dariku. Bagaimana kabarmu hari ini? Aku harap kamu telah menemukan kebahagianmu selepas pergi dariku. Sudah cukup lama memang kita tak saling bersua seperti dulu. Tidak apa-apa. Terserah saja. Memang sudah keputusanmu untuk memilih pergi dariku, dan kalau sudah begitu? Aku bisa apa? Tenanglah suatu saat nanti kamu kamu akan tahu. Kamu telah salah meninggalkanku.

Keputusan bulatmu untuk memilih berpisah dariku adalah kejadian yang tak pernah kusangka-sangka. Jujur, aku sempat tidak mempercayainya, saat kamu bilang sudah tak lagi cinta. "Apa salahku? Apa memang semua ini salahku?" Apa kekuranganku sehingga kamu rela mengakhiri kisah ini sepihak dengan begitu saja. Aku tahu kamu sedang mencari yang tepat. Hingga pada saatnya kamu temukan titik hitam di diriku, dan kaupun akan ragu lalu perlahan-lahan meninggalkanku. Aku adalah pihak yang ditinggalkan, sangat munafik bagi diriku jika kubilang ini tak menyakitkan.

Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, kamu telah kehilangan setulus-tulusnya pendampingan, dan tak kan kusia-siakan waktuku untuk sekedar meneruskan harapan. Mungkin, akan ada saatnya dimana kamu akan kembali bertanya-tanya tentang kabarku lagi. Mungkin tidak sekarang, tapi nanti. Dan ketika momen itu akhirnya terjadi. Untukmu aku berjanji yang akan kulakukan adalah semakin tak peduli. Terima kasih telah menjadikanku kuat dan lebih dewasa. Kehidupan yang sebenarnya baru dimulai setelah kau tak ada. Perlu kamu tahu kini aku sudah jauh lebih bahagia. Perlahan tapi pasti, suatu hari nanti aku akan bertemu orang baru yang akan kuberi lebih dari dirimu.

Dan kamu tak berhak cemburu kepada siapapun yang membuatku tersenyum karena kamu telah meninggalkanku.