Perjumpaan kita belum ada satu bulan. Kita mulai saling kenal masih dalam hitungan minggu. Saat itu aku mengenalmu lewat temanku yang kebetulan satu kelas denganmu. Aku sendiri belum banyak mengenal tentang kamu, namun kamu sudah mulai bersikap manja kepadaku.

Aku sendiri sampai sekarang masih bingung bagaimana menghadapi perilaku seperti itu. Sejak aku berpisah dengan mantanku, aku sudah lama berjarak dengan namanya perempuan. Bukan karena orientasi seksualku menyimpang, tetapi dikarenakan perempuan membuatku takut. Mereka membuatku takut dalam mengambil sikap. Seperti kebanyakan orang yang mempunyai keresahan tentang perempuannya sendiri-sendiri. Begitu juga aku yang sudah lama tidak mendapatkan ucapan selamat pagi kecuali lewat mbak-mbak minimarket.

Malam kemarin adalah adegan yang masih segar. Kamu dan teman-temanmu mengajakku ke Sekaten. Dalam perjalanan dengan menggunakan mobil, kita duduk di kursi tengah berdua. Kamu dengan sadar menyenderkan kepalamu di atas kedua pahaku. Sembari itu kamu berusaha menggodaku dengan menepuk kepalaku dan mencubit perutku. Entah apa yang ada dalam pikiranmu saat itu.

Walau begitu aku biarkan saja sembari mengenalmu lewat gimmick yang kamu buat. Selama perjalanan dari parkiran menuju Sekaten, kamu mencari-cari kesempatan untuk memegang tanganku dan bergandengan sepanjang jalan. Sepanjang perjalanan juga kamu minta aku menemani kamu memutari Sekaten sambil menggandeng tanganmu. Ketika aku iseng menggoda cewek yang lewat, kamu langsung mengcengkram tanganku. Aku tau tanda itu. Tapi kenapa? Kita kan baru kenal dan belum ada ikatan sama sekali.

Hingga aku membuat tulisan ini. Aku berusaha mencari tahu rahasia gimmick-mu sendiri. Apakah kamu sering melakukan hal semacam itu pada cowok-cowok lain atau hanya orang yang kamu anggap spesial. Ditambah kamu terpisah dengan pacarmu sehingga kalian berdua harus melaksanakan LDR. Sudah terlalu sering aku terjebak dengan perasaan abstrak. Titik temunya masih berupa fatamorgana. Samar-samar. Aku tidak tau kamu di sana ngapain dan mikirin siapa.

Advertisement

Yang jelas aku hanya ingin tau apakah sikap manjamu itu semata-mata hanya pelarian di kala kamu kesepian atau itu caramu memikat lawan jenis?