Ketika seseorang berjuang mendapatkan belahan jiwanya.. aku tak seperti dia. Aku hanya bisa menjadi "temanmu" tanpa bisa memilikimu. aku sadar aku ini siapa dan kau siapa. tapi tak bolehkah aku menyukaimu? aku hanya ingin bersamamu menemanimu berbicara, mendukungmu, dan menjadi pendengarmu saat kamu menceritakan berbagai hal seputar percintaanmu, pendidikanmu dan keluh kesahmu menghadapi cibiran orang- orang yang tidak menyukai keberhasilanmu adalah orang yang menyukaimu selama ini.

Maaf, jika kenyataan pahit ini harus kau dengar dari aku. Walaupun aku sadar aku tidak mungkin memilikimu. Tetapi cukup menjadi "makhluk" yang selama ini kau anggap ada, itu sudah cukup bagiku.

Saat ini, aku sedang menghadiri pesta pernikahanmu dengan wanita yang sangat kau cintai. Wanita yang membuatku iri karena ia berhasil memikat hatimu, wanita yang selama ini kau ceritakan dengan semangat padaku dan wanita yang selalu kau anggap paling penting sebelum aku.

Aku tidak akan menangis, hey.. aku sudah bilang aku tidak mungkin memilikimu. kita berbeda. "catty, kau kemana saja. aku mencarimu kemana-mana. ayo kita makan. aku sudah siapkan makanan kesukaanmu " katamu sembari menggendongku. Dan ku jawab "Miaww.."