Sederhana itu ketika menyukai seseorang tapi kita hanya mampu mengungkapkannya lewat sajadah dan menunggu Allah mengatur caranya. Dalam setiap doa kita menanti hadirnya, dalam setiap sabar kita merindukannya. Hanya ingin menemukannya dalam setiap sujud, dalam hening, dan dalam penantian ikhlas.

Allah yang Maha Baik, aku menunggu pilihanmu. karna aku tidak mau terjatuh ke maksiat yang hanya membuat tambah dosa… Saat ini yang ku lakukan hanyalah mencoba untuk merubah & memantaskan diri. Memantaskan diri di hadapanMu terus, agar Engkau menghadiahkan aku seorang imam yang benar-benar pantas untukku, imam dunia dan akhiratku nanti. Yang menjaga setiap cintanya, hingga Sang Maha Rahman mempertemukan keduanya dalam ikatan suci nan indah yaitu tali pernikahan.

Hati memang tidak pernah bisa bohong, Saat rasa yang Engkau berikan bertambah kepadanya, aku ingin rasa ini tetap atas dasar cintaku kepadaMu. Dalam diam, ku simpan cintaku. Ada doa di setiap sujudku kepadaNya untukmu, yang kelak ku harap adalah cinta sejatiku. Hingga semua rasa ini akan ku simpan, sebelum waktunya tiba untukku. 🙂

Kalau untuk saat ini aku ingin menunggu, bukankah tidak terlalu sulit menunggu sampai halal itu tiba? Asal Allah ridha saja apapun dilakukan. Apa yang nampak indah dimataku, belum tentu terindah di mataNya. Akan tiba saat halal itu datang,

Mencintai karenaNya lebih dari indah. Cobalah bersabar untuk memantaskan diri terlebih dahulu. Pantaskan diri untuk DIA yang cintaNya tak pernah habis untukmu, untuk ku, yang Maha Setia lagi Maha Menyayangi, yang tak pernah membuat putus asa, yang memberi harap dengan berbuahkan hadiah. Dialah kekasih sejati yang seharusnya kita nomor satukan cinta untukNya.