Sejak dari awal, ketika aku mulai menyukai sebuah puisi, tidak lain yah itu puisi dari dia, maka sejak itu pula aku mencintai sebuah sajak dengan kata-kata yang indah.

Dan memulai waktu yang indah bersamamu, adalah hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya olehku, sebab dulu aku tahu bahwa bahagianya telah dia temukan ditempat perantauannya kemarin, namun ternyata tuhan memilki takdir lain dengan kami, tuhan membawanya kembali kepadaku hingga aku mampu menjadikannya suatu jalan menuju masa depan dan berharap dialah orang terakhir yang mengisi hatiku.

Seiring berjalannya waktu selama perjalanan kisah kami beberapa bulan terakhir ini, aku mulai belajar dari setiap ujian yang dihadirkan tuhan dalam hubungan kami, aku belajar menulis kisahku, bukan hanya kisahku namun kisah tentang kami. Mulai sejak dia dan aku pertama bertemu dan dipisahkan oleh jarak lalu kemudian dipertemukan kembali dengan keluarga, karna dia kembali untuk ayahnya yang sedang sakit parah.

Sebelumnya aku memang sudah banyak belajar tentang kehidupan, bagaimana bersikap dewasa dalam setiap hubungan karna pengalaman slalu membuatku belajar tentang itu hingga akhirnya kuniatkan untuk menulis setiap kisah dari perjalannku sampai aku tumbuh menjadi dewasa sampai saat ini, aku menulis kisahku dengan air mata, tulisanku berawal dari air mata, dari sebuah kesedihan yang pernah ada aku menenmui inspirasi mengapa tidak kisahku kukenang dengan tulisan? walau tak banyak yang tak tahu karna tak pernah kuceritakan kepada mereka namun aku ingin menulisnya untuk kukenang bersama anak-anakku nanti, agar mereka juga belajar mendapat inspirasi dewasa dari sebuah pengalaman sama sepertiku hari inii.

Banyak orang bilang dan berkomentar dengan tulisanku yang galau, mengapa setiap saat saya slalu merasakan kegalauan? Katanya, namun tak banyak yang tahu dari tulisan kegalauan itu mereka tak tahu bahwa aku sebanarnya slalu belajar untuk kuat dan akhirnya aku kuat hingga saat ini dengan banyaknya ujian, aku hanya menulis karna memang setiap kesedihan dari kisahku kemarin ingin aku kenang agar menjadi suatu pembelajaran untuk hari esok agar aku tak lagi mersakan kesedihan yang sama.

Advertisement

Kita memang perlu hati2 dalam menulis, sebab mereka yang membaca hanya akan berkomentar tentang apa yang kita tulis tanpa berpikir bahwa mungkin apa yang kita tulis tak selalu memiliki maksud yang sama dengan apa yang sebenarnya mereka pikirkan tentang kita.. namun, kita tetaplah hanya menjadi diri sendiri, aku tak peduli bagaimana orang lain bicara tentang aku, yang aku percaya dan yakini bahwa aku akan selalu menulis ceritaku, entah itu dengan air mata atau dengan senyuman, namun aku merasa aku tidak akan menulis ceritaku tanpa sebuah air mata, karna yang kupahami inspirasi tulisanku selama ini berawal dari AIR MATA, dan tetap aku hanya akan menulis dengan air mata seperti kali ini :'(