Dibanding denganmu nilai agamaku mungkin kurang, atau bahkan mungkin NOL besar. aku mungkin memang bukan orang yang religius sepertimu, tapi taukah kau bahwa Tuhan lebih mencintaiku daripad mencintaimu.. Dia menunjukkanku bagaimana aslinya dirimu jika tanpa topengmu, tapi taukah kau sayang, Tuhan masih membiarkanku berada disampingmu, Tuhan membisikkan aku agar aku selalu tersenyum walau setiap hari kau membuatku meneteskan air mataku. Tuhan bilang bahwa setiap airmata yang aku keluarkan untukmu nanti akan menjadi baris-baris senyum yang indah di akhir cerita kasih ..

ini baru pertama sayang, bagaimana kau bisa memperlakukannku seperti itu ? tak ingatkah kau bahwa aku seorang perempuan ? perempuan yang memiliki hati dan perasaan, perempuan yang akan menjadi tulang rusukmu kelak, bagaimana kau tega melukaiku dengan perempuan-perempuan yang tak jelas itu ? mana yang kau sebut kau mengerti agama jika menghargaiku saja kau tidak bisa ?

pernahkah aku melarangmu untuk mendua ? pernahkan aku melarangmu untuk mempunyai istri lagi setelah kita menikah nanti ? pernahkah aku melarangmu berteman dengan perempuan-perempuan yang suka keluar malam itu ? tak pernah aku melarangmu, hanya tunggulah sebentar saja. tunggu sampai aku puas melepas cintaku untukmu, tunggu sampai aku menata hatiku , merelakanmu berbagi kasih dengan perempuan lain, jangan pernah membohongiku, tapi kenapa kau tak mampu bersabar ? satu kali, dua kali, tiga kali dan selanjutnya kau memperlakukan aku serendah itu. aku perempuan sayang.. sudah cukup !

kau tau sayang ? Tuhan memelukku dengan erat. Tuhan mengatakan padaku agar aku tak meninggalkanmu, Tuhan memintaku untuk bersabar menghadapi segala kelakuanmu, taukah kau Tuhan berjanji padaku bahwa suatu saat nanti DIA akan menulis cerita indah kita berdua di surganya. Tuhan menguatkan aku dan menggenggam tanganku, tapi kepadamu Tuhan tak melakukannya kan ? Kerena Tuhan tau betapa aku tulus mencintaimu, tanpa mengharap suatu apapun darimu kecuali cinta dan caramu menghargaiku.