Seperti sebuah kalimat, “jika kukumu panjang maka potonglah kukunya bukan jarinya, jika terjadi perdebatan potonglah egonya bukan hubungannya.”

Mungkin kalimat itu menggambarkan tentang kita yang sudah terbiasa dengan perdebatan, semakin lama hubungan yang kita bina, semakin banyak perdebatan yang terjadi di antara kita. Namun selalu aku yang menahan diri untuk tidak mengambil keputusan secara spontan. Karena aku pernah melakukannya dulu dan itu membuat penyesalan akan datang pada saatnya.

“Karena sebuah penyesalan datangnya belakangan,”

Usia yang mengharuskan kita untuk selalu berfikir secara hati yang dingin dan tidak mengandalkan emosi yang bersifat sesaat.

Memang usia bukan batas kedewasaan dari seseorang, tapi bagaimana kita bersikap. Tapi usia yang matang sudah seharusnya kita saling memahami jika perbedaan akan selalu ada dalam setiap hubungan. Dia yang sudah menikah atau masih dalam tahap pacaran akan selalu mengalami sebuah perbedaan!

Advertisement

Tapi ingatlah sekali lagi, bahwa dari awal kita sudah berbeda? Dari sikap dan sifat kita? Ingatlah sekali lagi, bahwa kita sudah berjanji akan menyatukan semua perbedaan.

Karena semua perdebatan akan ada jalan tengah yang baik.

Semua masalah ada jalan tengahnya, begitupun perdebatan. Kita sudah melewati bermacam-macam perdebatan tapi kita masih bertahan dalam satu hubungan. Bagaimanapun juga sikap bertahan kita itulah yang harus kita jaga sampai kapanpun. Dengan saling menghargai pemikiran-pemikiran kita yang berbeda ada saatnya kita menyatukan semua perbedaan dengan hasil yang luar biasa kita terima pada akhirnya.

Mengalah bukan berarti kalah, tapi ada waktunya kita mengalah untuk sebuah kemenangan. Ini masih langkah awal untuk menghasilkan buah yang manis.

Menikmati waktu yang sudah kita lewati bersama, bukan hanya saat ini tapi untuk seterusnya.

Hubungan ini bukan lelucon, yang bisa kita mainkan sesaat. Sebesar apapun perbedaan yang kita sering lalui tapi kita selalu meyakini bahwa di ujung jalan sana kita memiliki satu tujuan. Kemanapun kita akan melangkah jauh, tapi kita sudah saling memahami dan percaya bahwa kita memiliki satu tujuan yang sama. Ego yang besar dan tak mau mengalah akan membawa kita jauh dari tujuan itu.

Bukan sesekali kita melewati badai yang besar bersama, tapi kita selalu bisa melewati badai besar bersama karena adanya rasa sayang dan mencintai. Tanpa mau terpisahkan oleh badai besar sekalipun.

Tujuan kita pacaran untuk melangkah ke pernikahan dan hari tua, sampai waktu yang memisahkan.

Pacaran bukan ajang mencari kesenangan semata, tapi mencari pasangan hidup yang mau menerima segala macam sifat kita. Jika ego tidak bisa kendalikan jangan harap mendapatkan hari pernikahan apalagi hari tua.

Cinta tak sebercanda itu, cinta tak semudah itu. Tidak bisa menampik jika perbedaan atau ego akan selalu hadir walau sudah menikah bahkan hari tua. Tapi bagaimana kita menyikapi masalah itu bersama?

“ apa yang kita percayai, itulah yang akan terjadi”