Keegoisan layaknya bumbu dalam diri seseorang, melekat dan bercampur sempurna. Tak ada yang bisa mengelak bahwa dirinya tidak egois. Entah seberapa kadarnya; sedikit atau banyak tetap saja ada molekul – molekul egois yang tercampur dalam darah seseorang.

Sekilas memang molekul ini merugikan kebanyakan orang, tapi memang begitulah adanya. kontrol diri masih sulit sekali diberlakukan pada molekul yang satu ini. Salah satu akibat fatal dari egois tidak lain adalah kepedulian.

Era sekarang keegoisan semakin membumbung tinggi sedangkan kepedulian semakin merosot keberadaannya. Sifat ke “aku” an dengan alih – alih individualisme semakin merajalela. Sudah tidak usah mengelak. Segera bawakan cermin untuk dirimu sendiri.

Tapi fenomena aneh kali ini terjadi. Disaat kepedulian semakin merosot tetapi rasa ingin dipedulikan semakin besar. Benar, ya? Tentu saja hal ini menyalahi hukum alam tentang timbal balik. Semakin semarak orang – orang ingin dipedulikan oleh sekitarnya hingga berlomba – lomba beradu dan menghalalkan berbagai cara untuk terlihat berbeda kemudian diperhatikan dan dipedulikan.

Mereka lupa bahwa ketika mereka sibuk untuk beradu agar terlihat berbeda, banyak komponen yang seharusnya dipedulikan terpaksa terabaikan. Kemudian saat usaha agar dipedulikan gagal, mereka merutuk banyak pihak atas kegagalannya.

Advertisement

Silahkan ambil cermin dan cerminkan pada diri. Tanyakan pada diri sendiri, kemana pergimu saat ada yang seharusnya dipedulikan malah terabaikan? Kemudian saat mereka sibuk ingin dipedulikan tetapi gagal amarah berapi – api keluar.

Sadarlah wahai orang-orang yang bertuan keegoisan. Bercerminlah. Tidak akan mati hukum timbal balik kehidupan. Jadi jangan merutuk orang lain ketika dirimu tidak dipedulikan. Rutuk dirimu sendiri dan tanyakan, sudahkan kalian mempedulikan orang lain ? kalau jawabannya belum, selesai sudah permasalahannya. Pedulikan orang lain terlebih dahulu sebelum kamu ingin diperhatikan. Karena kemodernan zaman telah mengikis kesadaran orang untuk mendahulukan orang lain ketimbang dirinya sendiri.