Rasanya masih percaya tidak percaya kamu sudah tidak bersisian lagi denganku. Kamu memutuskan pergi dari cerita kita setelah sekian lama kita bersama. Awalnya aku merasa semuanya akan baik-baik saja ketika kamu pergi. Dan ternyata aku tidak baik-baik saja, aku hanya mencoba seakan tidak ada apa-apa. Mencoba untuk menerima semua yang terjadi. Hanya bisa berlapang dada ketika semuanya tidak sesuai harapan. Ikhlas ketika harus melepasmu yang telah berpaling kepada si dia yang jauh lebih rupawan.

Aku sebenarnya sudah tahu kedekatanmu dengannya, ketika hubungan kita dulu sedang di hampiri ombak masalah. Saat itu wanita cantikmu sekarang sedang jatuh dalam kesedihan, seperti aku sekarang ini kehilangan seseorang yang sudah bersama bukan dalam waktu sebentar. Entah apa yang ada dipikiranmu saat itu, kamu lebih memilih berpaling dan membuat wanita cantikmu tidak bersedih lagi. Kamu lebih memilih memperhatikan dia, dan lebih memilih pergi dari masalah kita dulu yang belum jelas bagaimana kelanjutannya. Yang terlintas di pikiranku jauh lebih baik kamu membereskan satu persatu masalah terlebih dahulu, toh hubungan kita masih bisa di perbaiki, dahulu kita pernah di hampiri oleh masalah yang jauh lebih dari ini tapi kita bersama kembali. Mengapa sekarang kamu pergi begitu saja? Apa hanya karena dia memiliki paras yang jauh lebih cantik ?

Memang aku hanya seorang wanita yang tidak memiliki kecantikan seperti wanitamu sekarang. Aku wanita yang tidak bisa membuat bibirnya merah semerah gincu, aku wanita yang tidak berkulit putih, aku wanita yang tidak pernah memintamu untuk selalu menjemputku dengan mobil ayahmu, tapi aku wanita yang siap menjemputmu ketika kamu pulang dari kota rantauanmu. Aku wanita yang tidak pernah memintamu untuk sekedar makan siang di cafe-cafe mahal, tapi aku wanita yang bersedia makan satu piring berdua hasil masakan yang pernah kita buat bersama. Aku hanya wanita yang tidak cantik, aku hanya wanita yang mempunyai kebaikan hati dan rasa yang tulus menyayangimu, aku hanya wanita sederhana apa adanya yang berusaha untuk mempertahankanmu.

Hari demi hari berlalu dan dirimu masih anteng dengan wanita cantikmu. Banyak yang ku dengar dari sahabat-sahabatku tentang dirimu sekarang. Iya tentang perubahanmu yang semakin angkuh, dan tentang wanita cantikmu juga yang dengan bangganya memposting foto-fotonya di dalam mobil ayahmu, check in lokasi di cafe-cafe mahal.

Sepertinya wanita cantik itu sudah jatuh hati padamu. Hebat yah kamu bisa semudah itu menggantikan aku dengan dia dengan hitungan hari. Segalanya tentang kalian berdua yang sedang dilanda cinta. Semua sudah kuketahui sendiri tanpa sahabat-sahabatku memberitahuku. Dalam lubuk hatiku "Sebenarnya aku tidak ingin tahu tapi aku harus tahu meskipun semuanya itu menyakitkan dan timbul penyesalan karena sudah berusaha mencari tahu".

Advertisement

Sikap angkuhmu terhadapku semakin dan semakin terasa, bahkan kamu sudah sama sekali tidak peduli ketika aku mencoba untuk menguhubungimu, aku hanya ingin tahu saja kabarmu, aku masih ingin mempertahankan hubungan kita sebelum kamu benar-benar melangkah dengan wanita itu.

Bodohnya aku masih memperdulikan dan masih mengenggam apa yang sudah tak layak untuk di pedulikan bahkan di pertahankan. Aku mencoba untuk bersilahturahmi dengan wanita cantikmu, tapi apa yang aku dengar dari dia, kamu menceritakan semua hubungan kita dan bahkan kamu menjelek-jelekkan aku kepada dia. Kamu memberikan versi agar namamu baik di hadapan wanita cantik itu dengan menjatuhkan nama baikku. Ternyata mulutmu lebih dari seorang wanita. Sungguh kamu telah berubah 360 derajat bahkan lebih. "Kecantikannya membuatmu berubah menjadi sosok yang angkuh, sosok yang tak pernah kukenal sebelumnya dari dirimu sekarang".

Aku masih mencoba untuk mempertahankanmu, aku akan coba bertemu denganmu ketika kamu pulang dari kota rantauanmu, tapi aku menunggu kabarmu tak kunjung ada, dan ternyata kamu lebih memilih menjemput wanita cantikmu. Rasanya sungguh muak aku saat itu, aku mencoba untuk berteman sekali lagi dengan wanita cantikmu “Aku hanya ingin priamu menyelesaikan masalahnya denganku terlebih dahulu, toh demi kebaikan untuk kedepannya agar tidak ada kegelisahan antara aku dan dia” itu yang ku ucapkan pada wanita cantikmu.

Namun apa yang aku terima dari wanita cantikmu, dia melontarkan kata-kata kasar padaku, dia menyuruhku untuk sadar diri dan berkaca, belum lagi hinaan dan caci makian darinya sungguh melukai hati. Luka oleh mu saja masih mengangga lebar di tambah lontaran bahkan penyumpahan dari wanita cantikmu bahwa aku akan di rundung kegelisahan seumur hidupku karena telah menginjak-injak harga dirinya. Sungguh tak masuk di akal, siapa yang tersakiti siapa yang mengucap sumpah.

Dari semuanya itu aku sudah tahu kalian memang saling memiliki rasa satu sama lain. Yah kalian berdua itu Munafik. Ya, mana ada seorang pria yang mau pergi dari wanita secantik dia, dengan kesempatan wanita itu sedang kehilangan juga, sang pria akan menjadi pahlwan karena telah menyembuhkan luka sang wanita cantik. Dan mana ada seorang wanita yang mau pergi dari pria yang sudah membuatnya kembali tersenyum apalagi dengan di iming-imingi bermobil.

Untuk Dia yang Cantik

“Penyumpahannya tidak akan sampai padaku, karena Sang Semesta jauh lebih tahu skenarionnya dahulu seperti apa, dan Sang Semesta jauh lebih tahu siapa yang jauh lebih tersakiti. Semoga dia bisa menerima kekuranganmu itu. Ku titipkan rasa sayangku yang tulus ini padanya. Berbahagialah meskipun awal kebahagian kalian berawal dari tetesan air mataku”

Untukmu yang memilih pergi

Bukan maksud hati berniat mendoakanmu yang kurang baik tapi luka hati ini sungguh mengganga atas perlakuanmu. Dan di setiap langkahmu, di setiap pikiranmu, di setiap tidurmu kamu akan selalu di rundung kegelisahan karena telah meninggalkan aku tanpa maaf demi wanita cantikmu. Dan buatlah dia bahagia jangan pernah menyia-nyiakan wanita secantik dia.

Setelah semua yang terjadi, memang aku harus pergi dari semua ini. Pengorbanan dan usahaku sudah tidak dihargai sama sekali. Seiring berjalannya waktu aku akan baik-baik saja, aku akan jauh lebih bahagia tanpamu. Kelak Sang Semesta akan mendatangkan seseorang padaku tanpa melihat keindahan fisik semata.

Terimakasih karena kebaikan dan ketulusan yang ku punya sangat mudah dikalahkan dengan kecantikan yang dia punya.

Aku wanita yang tidak cantik, tapi begitu tulus mencintaimu, dulu.