Tuhan. Pencipta seluruh kekuatan dalam setiap hamba. Hamba yang seringkali meminta lebih mudah meski telah diberi mudah. Manusia – manusia pencinta perjuangan yang kadang lupa pemilik bahagia yang hakiki. Dalam pelukan sepertiga malam, aduan kusampaikan dengan lirih. Meminta Lillah di tengah lelah yang semakin menipis keberadaannya.

Krisis Lillah karena sibuk berdebat dengan kertas – kertas dunia. Meninggalkan tasbih – tasbih kecil yang tergantikan gadget. Salah – salah berdoa di tempat yang salah. Mengadu pada pemuas ego semacam status. Kemudian lupa bahwa hakim paling adil ialah Dia. Tak pernah berdusta barang hambanya sering menomor duakan.

Tuhan. Hambamu lelah. Memikul ribuan kilo beban di atas pundak sambil menunggu lima waktumu. Ingin istirahat sejenak barang menikmati lebih dalam senyap tasbih malam – malam.

Lelah. Menanggapi debat – debat pemicu amarah. Menambah gundah meninggalkan dendam. Berserah atas setiap tekanan – tekanan sesama hamba. Ah, kekuatan hamba tidak pernah mati, kupikir. Ya, kekuatan tak pernah mati. Jangan samakan dengan raga. Kekuatanku adalah ciptaanNya. Tak pernah mati walau dipukul dan dibanting berkali – kali.

Jadi, masih lelah ? Cukuplah Allah sebagai pengobat lelah, agar Lillah semakin mengiringinya.