Aku bukan nya tak menginginkan atau memblokir siapapun yang ingin singgah di hati ku. Aku juga tidak sama sekali menambahkan password yang kuat untuk siapapun kesusahan untuk membuka hati ku.
Aku hanya wanita yang ingin seperti lainya. Mencintai, menyayangi,mengasihani orang yang memberikan aku semua kesempatan itu kepadaku.

Namun, salah kah aku melakukan semua hal diatas setelah mereka-mereka yang silih berganti dan tanpa permisi singgah di hati. Seenak udelnya pergi tanpa permisi. Layak itu di sebut sopan?? Ok aku faham manusia boleh memilih dan dipilih. Tapi, apa kalian tak pernah mengenal sakit dari efek dipilih dan memilih itu?
Dan sekaligus menyakitkan di saat diwaktu yang bersamaan.

Maka jangan salahkan aku. Kalian saja boleh menjadi kan trauma itu sebagai tameng sekaligus alasan menyakiti hati yang baru. Aku tak pernah mengecam keras bahwa semua laki-laki di muka bumi ini sama saja "biadab" jika memang benar maka aku tak pernah setuju. Karna aku masih punya 1 orang laki-laki yang setia dan siap memukul "mu" jika menyakiti hati ku. AYAH KU.

Semua luka dan masala yang buruk juga kenangan lampau masih pantas untuk aku jadikan alasan mengapa aku tak izin kan untuk mengobrak-abrik lagi tatanan hati yang sampai jungkir balik aku menyusun nya. Juga aku tutupi semua nya dengan seyuman kuat ku dalam menghadapi rasa takut ku terhadap cinta.

Maka camkan hal itu baik-baik 🙂