Pernahkan kamu berbuat salah? Yaa.. Setiap manusia tentu pernah berbuat salah hanya saja kadar dan intensitasnya saja setiap manusia berbeda. Waah.. Dulu saat masa SMA aku pernah berbuat salah dengan sahabatku sendiri, karena begitu mudahnya bercerita mengenai masalahnya pada orang lain, jelas hal itu membuat sahabatku marah besar hingga kamipun sempat beberapa waktu marahan. Meski sudah aku coba untuk meminta maaf namun sepertinya hatinya telah terlanjur kecewa dan terluka atas sikapku itu, sehingga tak mudah untuknya memaafkan begitu saja. Perlahan seiring berjalannya waktu kamipun kembali baikan dan akrab.

Dari kejadian tersebut dan beberapa kejadian serupa yang pernah aku alami, kini aku menjadi banyak belajar. Meminta maaf adalah soal pengakuan keterbatasan diri dari ketidaksempurnaan. Meminta maaf memang mudah meski seringkali terhalang oleh ego, gengsi dan kesombongan.

Iya, memang menyakitkan rasanya ketika orang terdekat itu membuat kesalahan kepada kita baik itu teman, sahabat apalagi pacar, rasa kecewa dan sakit hati amat mudah sekali menyerang hati.. sebenarnya itu hal yang wajar dan manusiawi, tapi jangan sekali-kali menjadikan kalimat itu sebagai pemakluman untuk diri sehingga membiarkan dendam, marah, sakit hati dan terluka itu berlama-lama menguasai hati. Kasihan hatimu karena sebenarnya sebuah kesalahan itu terkadang perlu agar orang mampu berfikir dan sama-sama mengambil hikmah atas kesalahan itu baik dari pihal pelaku maupun korban. Akan selalu meninggalkan luka memang namun seringkali luka itu memang diperlukan hanya untuk sekedar mengajari sebuah pemaafkan.

Mungkin kita sering mendengar dari teman ataupun orang tersdekat yang mengatakan “ udah gak apa-apa kok aku udah maafin kamu”. Kalimat itu terkadang dengan mudahnya keluar entah karena benar-benar telah memaafkan atau hanya sebuah kalimat yang keluar dari bibir tanpa arti sedangkan hati tetaplah masih merasa dendam. Sehingga Yang tidak mudah adalah memaafkan karena memaafkan berarti melupakan kesalahan diri sendiri maupun orang lain dan menghilangkan jejak-jejak kemarahan didalam hati Karena tak semua orang mampu melakukannya.

Pernah baca sedikit menurut Ibnu Qudamah dalam Minhaju Qashidin yang menjelaskan, bahwa makna memberi maaf ialah sebenarnya engkau mempunyai hak, tetapi engkau melepaskannya, tidak menuntut qishash atasnya atau denda kepadanya.

Advertisement

Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Quran menjelaskan: Kata maaf berasal dari bahasa Al-Quran alafwu yang berarti “menghapus” karena yang memaafkan menghapus bekas-bekas luka di hatinya. Bukanlah memaafkan namanya, apabila masih ada tersisa bekas luka itu didalam hati, bila masih ada dendam yang membara. Boleh jadi, ketika itu apa yang dilakukan masih dalam tahaf‘masih menahan amarah’. Usahakanlah untuk menghilangkan noda-noda itu, sebab dengan begitu kita baru bisa dikatakan telah memaafkan orang lain.