Semua orang pasti memiliki masa lalu, begitu juga dengan kita. Entah itu masa-masa yang menyenangkan, sampai masa-masa yang menyedihkan. Dulu memang kita pernah bersama melewati suka duka, bercanda bersama, tertawa bersama, berbagi cerita bersama. Setiap hari selalu kita lewati bersama. Sekarang bagimu aku adalah masa lalumu, dan bagiku kamu adalah masa laluku.

Mengenang masa lalu itu memang tidak baik, tapi melupakan masa lalu itu juga tidak mudah. Apalagi kenangan yang indah saat bersamamu, bagiku mustahil untuk melupakannya. Karena kenangan itu terlalu indah untuk dilupakan, tapi juga terlalu sakit untuk dikenang. Seperti kutipan lagu dari Slank – Terlalu Manis.

Terlalu manis untuk dilupakan
Kenangan yang indah bersamamu
Tinggallah mimpi
Terlalu manis untuk dilupakan
Walau kita memang tak saling cinta
Takkan terjadi…

Sekarang kita sudah berada di jalan masing-masing. Kamu memilih untuk meninggalkanku. Jujur ini pertama kalinnya aku harus merasakan putus cinta, karena ini adalah cinta pertamaku. Seperti kata orang-orang, cinta pertama itu memang sangat berkesan dan sulit untuk dilupakan. Akan tetapi aku harus bisa menerima kenyataan kalau kita sudah tidak bersama lagi. Walaupun sangat berat, tapi aku yakin aku bisa untuk merelakan dan mengikhlaskan kamu, wanita yang pernah jadi warna di hidupku.

BO, mau sampai kapan kamu sendiri?

Advertisement

Ayo, move on. Tidak semua wanita seperti mantanmu, pasti ada kok wanita yang baik.

Move on, BO.

Kata –kata dari sahabatku, yang mencoba menghiburku. Terima kasih kawan, kau selalu menghiburku. Kau memang sahabat sejatiku. Tapi move on tidak mudah itu, kawan. Ada proses panjang yang harus aku lewati sebelum membuka hati. Karena membuka hati itu tidak semudah memakan buah rambutan. Kalau memakan buah rambutan, tinggal kupas kulitnya dan kita bisa memakan buahnya. Tapi untuk membuka hati,ada sebuah proses yang panjang kawan. Yaitu proses terpuruk, menerima kenyataan, mengikhlaskan, dan melupakan. Aku sudah melewati tiga proses dan tinggal satu proses yang memang sangat berat kawan. Karena proses melupakan bukanlah perkara yang mudah karena jujur aku tidak menginginkan hal ini tapi aku harus melakukannya. Dan di proses inilah aku sangat membutuhkanmu kawan, untuk selalu menghiburku dan memotivasiku. Proses ini memang sangat berat, tapi selama ada kamu aku yakin aku pasti bisa melakukannya. Terima kasih untuk semuanya, kawan.

Yang harus aku lakukan saat ini hanyalah terus berdoa dan memasrahkannya kepada ALLAH.

Ya, itu memang harus dan wajib aku lakukan karena jika aku hanya merenung dan mengingat masa lalu, aku tidak akan pernah berkembang. Justru aku tidak akan pernah bisa membuka hati lagi untuk wanita lain. Membuka hati memang sulit, tapi lebih sulit lagi ketika kita harus mengikhlaskan sesuatu yang kita sayangi.

Jadi mulai sekarang aku akan mulai semuanya dari awal dan akan mencoba membuka hati lagi untuk wanita yang memang sudah persiapkan untukku.