Secarit tulisan protesku yang tak bisa aku ungkapkan langsung pada kedua orangtuaku dan juga sodaraku. Secara langsung dunia berganti mulai dari detik menit hingga tahun, mulai dari sana aku mulai membenah diri sedikit demi sedikit dipaksa mengerti hingga saatnya tiba aku hampir tak sanggup lagi menjalani hidup, bukan tentang ingin pergi hanya saja aku ingin menyendiri menepi sendirian, pernah aku memulai doaku untuk segeraa menikah namun saatnya mungkin belum datang sekedar untuk menyelamatkan hidup dramaku yang sangat bambigu. Hingga hari ini sampai hari dimana aku ingi menulis secarik rasa yang ingin kubagi sejak lama. Kaka, bolehkah kau berhenti menghinaku dan berhenti untuk ikut campur semua urusanku ? berhenti melihat aku yang tak secantik dirimu sepintar kaka, dan juga tak mempunyai kelebiaham apapun kaka, usiaku kian hari kian tua, sampai kapan kau akan menyakiti hati ini.

Jika saatnya Tiba aku juga ingin berontak seperti mereka

Semuanya sama hari sama, bertahan sendirian yang kadang aku ingin hidup diluar kota ini. Dimata orang lain kaka adalaah malikat, begitu baik namun dimataaku juga sama hanya kadang aku lelah dan ingin menyerah.

Semua terasa salah dimataamu ka, aku hanya seorang adik yang perlu banyak ilmu. Kadang aku tak berani meminjam barangmu jiga akhirnya berkhir dicaci maki.

Jika mengalah seperti ini, aku mundur!

Advertisement

Teruntuk ibuku, bisakah perlakukanku dengan Adil dengan bagaimana rasanya aku mampu menjadi tahu rasanya menjadi seorang adik sperti mereka .