Percayalah, setiap pertemuan mempunyai cerita yang berharga entah itu menyenangkan atau sebaliknya. Meskipun pertemuan itu sementara, menyedihkan, kecewa, dan bahagia, semuanya itu pasti ada alasannya. Percayalah juga bahwa Dia mempunyai skenario terbaiknya bagi kita. Jika kamu percaya dengan yang namanya takdir, maka segala sesuatunya telah diatur oleh-Nya. jadi tidak perlu khwatir dengan apa yang akan terjadi. yang namanya hidup harus tetap dijalani tidak peduli seberat apapun beban itu.

Dalam kehidupan ini, mungkin kamu telah bertemu dangan banyak orang bahkan tanpa kamu menyadarinya ada orang lain yang diam-diam memperhatikanmu atau kamu juga sebaliknya melakukannya demikian. memperhatikan diam-diam atau bahkan mencintai diam-diam. tidak perlu malu, tidak perlu disesalkan, karena sebagian besar manusia pernah melakukannya. Tidak bisa menipu diriku sendiri, akupun pernah melakukannya.

Memperhatikannya diam-diam dan tanpa sadar aku membiarkan perasaan itu tumbuh hingga sampai pada titik sulit untuk menghindarinya. Selama ini aku hanya bertemu dengannya dalam angan-anganku saja. Sibuk membuat drama indah tentang kita. hingga aku tersadar bahwa keindahan itu hanya ada dalam kepalaku saja. Setiap hari aku sibuk mencari alasan untuk bertemu dengannya. sibuk menyusun skenario tentang bagaimana kita bisa bertemu, hingga aku lupa bahwa hanya ada satu alasan kenapa kita harus bertemu, yaitu karena aku menginginkannya.

karena aku begitu sangat menginginkannya, aku memutuskan untuk mengumpulkan keberanianku demi bertemu dengannya. jika bisa memilih, lebih baik mengerjakan 100 soal matematika daripada harus melakukan ini. tapi rasa rindu itu berhasil mengalahkan 100 soal matematika yang mungkin juga aku akan berkelimpungan menjawabnya. menyampaikan rasa rindu lewat angin, sungguh aku tidak menginginkannya.

Butuh waktu banyak dan keberanian aku melakukannya, tapi dalam waktu 3 detik kamu mematahkan harapan itu. melakukannya lagi berarti kembali membuka luka itu. Luka yang sangat hebat sakitnya. tapi tidak mengapa, sepanjang waktu ini belajar untuk berdamai dengan hati ini. Semoga seiring berjalannya waktu luka itu tidak meninggalkan bekas. tapi nyatanya aku hanya bisa belajar dan tidak faham dengan apa yang sebenarnya kuinginkan.

Advertisement

Menolak kenyataan sama saja aku menolak hidup di bumi ini. mungkin aku tidak bisa membencinya bahkan memakinya. karena Dia mempunyai alasan mengapa kita tidak dipertemukan. Tapi hal ini memberiku pelajaran. pelajaran tentang kedewasaan diri. Kecewa yang menguatkan. Harapan masih tetap ada dan akan selalu ada.

Oleh karena itu setiap pertemuan mempunyai cerita yang berharga, entah itu menyenangkan atau sebaliknya.