"Siapa dirimu ? Kenapa kau terus mengikutiku ?"

Kenyamanan yang dulu aku rasakan telah berubah menjadi momok ketakutan untukku ketika ada seorang pria yang mengikutiku setiap hari. Aku bahkan tak mengenal siapa dia dan darimana dia. Tapi yang kutau dia selalu mengikutiku kemanapun langkahku berjalan. Pria itu ikut berhenti seiring dengan langkahku yang terhenti. Dia berdiri tepat dibelakangku sambil memberikan senyumnya yang Subhanallah membuat hati setiap wanita teduh.

"Aku pria yang selalu mengamati dan mencintaimu dalam diam."

Bahkan melihatnyapun baru sekali. Bagaimana dia bisa mengucapkan cinta kepadaku ? Aku memang seorang perempuan yang sudah memiliki usia cukup matang, tapi jodoh belum juga datang menghampiri. Tapi bukan berarti aku tak laku. Aku hanya menunggu ketetapan tentang Takdir Allah, bahwa jodoh, umur, rejeki sudah diatur olehnya.

Kutanyakan pada pria itu apa dia mengenalku, dia jawab tidak. Kutanyakan padanya apa dia tau namaku, dia bilang tidak. Kutanyakan padanya apa ada seseorang yang mengirimnya kepadaku, dia jawab tidak. Kutanyakan darimana dia tau tentang aku, dia bilang tak tau apa-apa tentang diriku. Kutanyakan padanya bagaimana bisa dia bilang mencintaiku, dia hanya tersenyum.

Advertisement

"Jika kau mencintaiku, kuberikan dua pilihan kepadamu, yaitu menjadikanku halal untukmu atau pergi dan jangan mengikutiku lagi ?"

Nilai agamaku mungkin tak sebaik pada ukhti di luar sana, tapi aku mempunyai keyakinan yang kuat pada Tuhanku, pada ajarannya untuk tidak pacaran sebelum adanya pernikahan. Seketika kulihat mata pria didepanku terbelalak mendengar ucapanku, tapi aku tau bahwa Tuhan sudah mempersiapkan jodoh untukku. Bukankah banyak diluar sana yang telah berhubungan hingga bertahun-tahun tapi tak sampai pada yang namanya pernikahan ? Atau bahkan harus ada perceraian di tengah jalan ? Ahhhh aku tak ingin itu terjadi pada diriku.

"Tidak terlalu cepatkah ? Tak takutkah kau jika kelak aku akan menyakitimu setelah aku menghalalkanmu "

Aku tersenyum mendengar pertanyaan pria yang baru saja aku lihat itu. Bahkan namanya saja tak kuketahui. Kuberikan dia pertanyaan apa dia serius mencintaiku ? Dan dia menjawab IYA dengan segala keyakinan yang bisa kulihat dari matanya. Kutanyakan padanya apa dia menerima jika kelak aku bukan perempuan yang baik untunya, dan dia menjawab bahwa jika Tuhan sudah mentakdirkan maka seburuk apapun jika itu jodoh tak akan lari kemana.

"Maka jika kau saja memiliki keyakinan kepadaku, kenapa aku harus meragukanmu jika memang niatmu dan niatku ada diantara kekuasaan dan keagungan Tuhan ?"

Karena Tuhan itu adil, dia menciptakan tulang rusuk lengkap dengan sisa-sisa pasangannya, dan itu tidak mungkin tertukar . Tuhan tidak mungkin menunjukkan orang ke jalan yang salah kecuali kita sendiri yang tidak menyadarinya. Jika memang kamu jodohku maka satu menitpun tak jadi masalah …