"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim"

Hari berganti, bulan. Bulan berganti tahun. Satu tahun, dua tahun kita lewati berasama. Bahagia bersama itu sudah pasti pernah kita lewati, sedih berdua pun, kita juga pernah mengalami. Beberapa kejadian sudah kita lewati bersama. Aku yang sering membuatmu kesal, mengecewakanmu, berkali-kali menyakitimu, tapi kamu tetap berdiri disini dengan sabarmu. Kamu tak pernah beranjak pergi dariku. Meskipun, susah seklai mengatur diriku yang masih kekanak-kanakan ini. Walaupun, aku selalu berusaha membuat hatimu patah. Tapi hatimu tak pernah patah untukku.


Penerimaanmu atas semua sifatku atas semua masa laluku, membuatku sadar , bahwa cinta yang tulus itu masih ada. Aku percaya bahwa kau tulus mencintaiku. 


Beberapa hal yang sulit aku dapatkan di lelaki lain. Aku hanya mendapatkannya ketika denganmu. Kesabaran, kesetiaan, selalu ada, hanya kamu yang bisa buat aku merasa diistimewakan. Dan, kini, saat Tuhan menggariskan kita untuk berpisah jarak, aku percaya padamu.

Kita hanya terpisah raga bukan hati. Aku dan kamu tetap kita, hanya saja tak seperti dulu. Kini kita, semakin dekat dengan masa depan kita. Kita semakin belajar untuk lebih dewasa, untuk saling percaya. Kita belajar mengeja rindu. Menyabarkan hati untuk bertahan sampai semesta mengijinkan kita untuk bertemu. 

Advertisement

Kadang, amarah yang selalu hampir membuatku menyerah akan keadaan. Tapi kamu, selalu meruntuhkan berjuta alasanku untuk menyerah. Kamu tetap berdiri disini menemaniku tanpa lelah, dan tanpa keluh kesah. 

Tetaplah bertahan disini. Menemaniku, meski jarak kini memisahkan kita, tapi aku percaya kau akan tetap jadi milikku. Dan aku berjanji aku akan selalu pulang kepadamu.