Manusia memang tempatnya salah. Kadang menimbulkan amarah bahkan dapat meretakkan hubungan silaturahmi. Lebih dari itu semua, sadar akan kesalahan yang telah diperbuat jauh lebih penting. Rasa bersalah pasti ada, penyelasalan pun ikut serta, bagaimanapun juga apa yang telah dilakukan harus dipertanggungjawabkan.

Sering pastinya ketika salah kita langsung meminta maaf. Mungkin ada yang langsung meminta maaf, mungkin juga ada yang butuh waktu untuk mengucapkan maaf dan mungkin ada yang masih malu untuk mengungkapkan rasa bersalah dengan kata maaf. Bahkan mungkin ada yang begitu saja ditinggalkan tanpa mengucapkan maaf bahkan sepatah katapun.

Memang kata "maaf" menjadi pintu awal dalam penebusan sebuah kesalahan. Dari kata maaf pula semua yang tadinya berantakan akan berangsur tercerahkan. Adakalanya kata hanyalah kata. Di mana "maaf" diartikan sebagai sebuah formalitas dalam masalah hubungan sosial. Tak jarang ada yang hanya mengucapkan "maaf", seterusnya menghilang tanpa sebab.

Seolah olah dengan sepatah kata bernama "maaf" semua masalah habis tak bersisa. Seakan akan semua kerugian dari kesalahan dapat diperbaiki dengan bermodalkan "maaf". Mudah bukan? Semua masalah selesai dengan kata "maaf", setelah itu silahkan mau pergi kemanapun dan tak usah dipikirkan lagi.

Biar saya tegaskan disini, kata "maaf" bukanlah sebuah pertanggungjawaban, kata "maaf" merupakan sebuah penyesalan. Jangan kira ketika kita merusak spion mobil orang dan bilang maaf semua akan selesai. Sederhananya, kata "maaf" adalah langkah awal. Dengan awalan penyesalan maka diharapkan timbul pertanggungjawaban.

Advertisement

Jangan hanya bilang maaf dengan nada memelas lalu pergi begitu saja, anak kecilpun bisa. Bertanggungjawablah dengan apa yang telah dilakukan. Perbaiki kesalahan yang telah dilakukan. Kata orang kecenderungan orang untuk selalu berbuat baik kepada seseorang biasanya berhubungan juga dengan rasa penyesalan sebagai bentuk penebusan kesalahan.

Memang ada benarnya, paling tidak jangan hanya bisa bilang "maaf", tapi juga bertanggungjawab. Percaya saja, jika memang ada bahkan sekecilpun rasa penyesalan dalam diri, meski tak ada pertanggungjawaban, pasti ada yang namanya rasa gelisah. Gak enak kan rasanya?

Saat ada sebuah kesalahan yang telah dilakukan mulailah untuk meminta maaf. Silahkan mungkin ada yang langsung atau butuh waktu untuk persiapan. Buktikan bahwa ada sebuah rasa penyelasan, buktikan bahwa kita bukan orang yang tak tahu diri yang datang hanya jadi pengganggu. Katakan "maaf" lalu diringi dengan pertanggungjawaban untuk menyempurnakan rasa penyelasalan.

Toh siapapun pasti harus bertanggungjawab dengan apa yang telah dilakukan. Kembalikan kepercayaan dari orang yang telah dirugikan, karena kepercayaan itu bukanlah barang murahan. Jadi jangan sia-siakan bila ada orang yang yakin memutuskan percaya kepada kalian. Namanya juga manusia pasti pernah khilaf, karena itulah makna keberadaan kata "maaf" dan menjadi bertanggung jawab.