Pernahkah kalian memperjuangkan cinta namun tak sedikitpun perjuangan itu terbalas? atau mungkin tersiakan. Suatu ketika sikap egois akan membunuh hubungan kita, entah sedikit masalah langsung putus, atau sedikit masalah langsung mencari pasangan lain. Namun kini aku tak lagi mengikuti sikap egoisku, karena aku tahu perjuangan dan mempertahankan hubungan itu penting, aku fikir berjuang untuk cinta itu mudah, namun nyatanya, aku memperjuangkan sendiri dan dirinya masih tetap dingin bahkan masih sibuk memilih untuk mendapat cinta sejati.

Pernahkah engkau berfikir aku jomblo karena aku menunggumu, pernahkah engkau berfikir aku menjauhkan mereka yang mendekatiku karena aku telah memilihmu? Kapan kau sadar bahwa itu semua karenamu. Mungkin aku bukan impian cintamu, namun aku selama ini berjuang dengan air mata, hatiku, bahkan usahaku untuk kau bahagia. Namun kenyataan masih nol besar. Kenyataan masih terlampiaskan dan jauh dari harapan.

Kau tak akan berfikir dewasa sebelum kau ditinggalkan oleh orang yang kau sayangi. Cinta, tahukah kamu aku tetap mencintaimu walaupun kau sejauh apapun menerka kehidupan bersama yang lain. Jangan lihat aku karena diam, aku diam namun hatiku berbicara, hatiku berteriak histeris, hatiku menyapamu dalam doa, dan jiwaku beterbangan selalu ingin didekatmu saat engkau jauh disana. Belum lagi ketika engkau sedang sakit, aku ingin dimenemanimu sampai engkau sembuh. Karena begitu khawatirnya aku saat engkau kesakitan dan berkeluh kesah dalam keadaan.

Mungkin aku tak pernah berkata jujur padamu tentang perasaan, mungkin aku tak pernah mengungkapkan isi hatiku yang sesungguhnya, namun jika engkau ingin tahu. Kau adalah inpirasi di tiap tulisanku, ditiap jari jemariku yang syahdu, menari di atas kertas dan menyatakan bahwa aku menginginkan hatimu, matamu, senyummu bahkan semua yang kau miliki baik buruknya dirimu. Walau aku tak bisa memiliki hatimu, namun kau telah menjadi inspirasi terhebatku, memotivasikan aku dalam segala hal, memajukan aku dalam mimpiku, mensuport aku dalam karierku.

Namamu selalu kusebut dalam setiap doaku, namamu selalu ada dalam benakku sebelum aku tertidur nyenyak dimalam hari. Doaku menyertaimu dalam kebahagiaan, entah dengan siapa kau bersiteru, bernyanyi dalam hati, mengenang dalam mimpi dan saling berbagi, aku tetap bahagia. Bukan aku tak ingin memperjuangkan cintaku padamu lagi, namun aku ingin pasrah pada apapun kehendak Allah yang terjadi dengan hubungan kita, jodoh atau tidak, hanya Allah yang maha tahu. Bukan kita? bukan mereka bahkan bukan siapapun itu adanya di dunia ini. Aku hanya berdoa semoga kita dipertemukan saat yang tepat, semoga kita berkeluh kesah hanya pada Allah semata, kita bertemu karena Allah secara baik, dan berpisahpun karena Allah secara baik pula. Yakinkanlah, doa akan merubah takdir, doa akan menguatkan hubungan seseorang dan dapat mewujudkan segala keinginan.

Advertisement

Tanganku tak pernah berhenti untuk menulis kata sayang padamu, jiwaku tak pernah lelah untuk selalu ingin didekatmu dan merindukan kilas tawa dan candamu. Aku akan terus mengingat dimana kita bertemu, dimana kita bersandiwara dan dimana kita terus mencoba untuk memperjuangkan cinta kita. Jangan pernah lagi kau marah padaku hanya karena hal kecil itu, jangan lagi kau memutuskan cintamu jika hanya membuat aku merasa bersalah. Dalam setiap hubungan selalu ada pertengkaran, selalu ada perselisihan, bahkan selalu ada jiwa yang tak seimbang. Namun ketahuilah, aku dapat bertahan, jika engkaupun bertahan. Tapi kenyataan tak sesuai, kau lebih mudah melepaskan, dibanding mempertahankan aku. Saat kau mengatakan…

“Sudahlah, mending kamu cari cowok lain saja, kita memang tak pernah sepaham.” Sekecil masalah itu, dapat membuat dirimu berkata seperti ini. Sejujurnya, kau tak perlu berkata seperti ini, selama 8 bulan kita mengenal, jika aku mau, aku akan berpaling darimu untuk cowok lain, tak perlu kau berkata, akupun akan menjauh dan berpaling. Karena engkaulah perjuanganku kali ini, karena engkaulah detik cinta yang aku miliki saat ini, maka dari itu aku cuek saat mereka dekat denganku, saat mereka mencintaiku dan aku masih tetap tertuju pada jiwamu yang lembut, tatapan matamu yang syahdu dan ucapanmu yang bergemuru ditelingaku untuk selalu kuingat dalam detik kekosongan hatiku saat ini.

Tak ada hari yang aku lewati tanpa kusebut namamu, tak ada jalan yang aku jembati tanpa menghindar dari bayang wajahmu. Bahkan tak habis fikir, sekuat ini aku mempertahankan dan semudah ini juga engkau melepaskanku, karena selama 8 bulan perjuangan yang penuh harapan dan menunggu itu hanya tertuju padamu, hingga mudahnya engkau lepaskan hubungan kita dengan melemparku dengan cowok lain. Thanks forever dear.

Terkadang aku membenci malam. Karena setiap datangnya malam, aku selalu ingat dirimu yang jauh dipelupuk mataku, namun dekat dihatiku. Jika kita disatukan kembali pada Allah, janganlah katakan pergi dari hidupmu, karena aku ingin terus mempertahankan apapun itu adanya hubungan kita. Jika memang harus melepaskan, aku ingin alasan itu memang sakral, bukan hanya kesepelean seperti ini kemudian engkau pergi dan berpaling mencari yang baru.

Cinta itu butuh perjuangan berdua, bukan berjuang sendiri saja. Terkadang berusaha sepositif mungkin untuk berfikir, namun nyatanya tetap nihil. Walau Allah memberikan ini pada hubungan kita, ya pasrah saja, karena aku yakin dibalik kesedihan ini, akan ada kebahagiaan yang masih Allah simpan untuk kita perjuangkan bersama orang yang kita sayangi pada waktu mendatang entah itu kita, atau diantara kita. Aku harus melepasmu dengan indah, menguntaimu dengan sandiwara kepalsuan, tertawa dalam basuhan luka yang membeku dan terbungkus dengan drama yang sulit terselesaikan akan kesakitan. Kasih, berbahagialah engkau walau aku hanya sebatas lukamu dipagi hari dan galaumu dimalam hari. Tersenyumlah engkau walau selalu memiliki masalah keluarga, sahabat, pekerjaan, bahkan cinta. Aku bahagia dapat mengenalmu, bahkan lebih dekat dari itu. Sayangku, cintailah dirimu sendiri sebelum kau mencintai orang lain, kau akan terus membuat aku jatuh cinta walau entah sampai kapan cinta itu ada dan berlabuh dengan siapa. I will always love you