Tittttt……tit………tittt………….., maaf nomor yang anda tuju tidak menjawab

Suara operator berulang-ulang terdengar, kucoba, lagi dan lagi dan entah berapa x sudah aq menelfonmu, ada banyak hal yang ingin kubagi dan kuingin kau berbagi cerita tentang keseharianmu juga. Sia-sia, aku nyaris tak tertidur hingga pukul 02.00 WIB karena aku berharap kau akan mengabariku bila memang kau tidak bisa mengangkat karna sesuatu alasan.

Bisa kau bayangkan bagaimana bagaimana orang yang hanya 3 jam tertidur kan? Aku check hp memang sengaja kutaruh di dekatku, upzzzzz tak juga ada pesan darimu.

Jam 11 siang ,,,Kring…..ada email masuk isinya

You : hi, sayang
Me : sayang
you : kenapa sayang, kamu kangen? Owh ya tadi malam maaf aku gak angkat telpon darimu, Hp aku tinggal di rumah.
Me : hmm gak apa-apa kok. Memang kamu dari mana, sayang?
You : dari luar, blablablabla………………………………..ya sudah kamu lanjut kerja sayang.
me : owh gitu, gak papa sayang….yepp selamat kerja juga ya.

Yayaya aku berusaha positive thinking, meski kurasakan ada perubahan-perubahan sikapmu hampir 2 pekan ini nomormu mulai jarang muncul di layar ponselku. Namun, aku bawa enjoy aja. Tak jarang aku melihat akunmu aktif, entah apa yang ada di benakmu…..aku hanya membirkanmu dengan duniamu yang sekarang.

2 hari kemudian…………………………………….

19.30 WIB one missed call from “my love”

Sayang sekali aku tak mendengar telpon darimu, aku baru memeriksa ponselku 15 menit setelah panggilan darimu. Buru-buru kukabari bahwa ponselku mode silent……hmm tak ada balasan darimu. Selang beberapa waktu, aku menelponmu berulang-ulang, lagi dan lagi yang terdengar “maaf nomor yang anda tuju tidak menjawab…

Aku menunggu berjam-jam, tak juga ada respon darimu sampai akhirnya aku terlelap. Lagi lagi saat aku terbangun tak ada pesan yang masuk darimu. Sedih rasanya, apa tiada lagi kerinduan meski hanya canda dan tawa yang terdengar lewat telpon?

Kini aku tak bisa menutupi raut wajah sedihku, apa yang kau mau sebenarnya?

————jam 11.30————— email masuk darimu:

You : sayang
Me : ya….
you : kemarin sore aku hanya missed call kamu, tapi kok kamu lama meresponnya?
Me : iya, maaf ya
You : kok kamu yang minta maaf, aku yang gak angkat telponmu, karena aku lagi nyuci kainku.
Me : ya…..
you : kamu lanjut kerja aja…
Me : Ok.

Sepertinya hubungan ini tak perlu lagi dipertanyakan, yang tidak habis pikir sejak kapan jam 19.30 dikategorikan sore?

Masih ingatkahkah manakala kau berjanji akan slalu bersamaku sampai aku yang akan meninggalkanmu?

Saat itu aku tertawa saja sambil menjawab: “janji manusia jangan dipegang, peganglah janji Tuhan, nyata dan kekal selamanya”

Hingga saat ini kau tak jua mengabariku……

Hmmm kau membatasi ruang komunikasi kita, jarak diantara kita membentang semakin luas, jarak tempat dan ruang waktu bukan hanya itu yang memisahkan kita, caramu membawa hubungan ini…….

Aku tak menyesal mengenalmu, tak bisakah kau memilih dengan cara yang lebih baik jika yang kau inginkan adalah perpisahan? Jangan sengaja memaksaku mematikan rindu karena pengabaian darimu. Aku tak akan melakukannya, Namun jika yang kau inginkan memang sebuah perpisahan, takkan kuhalangi langkah kepergianmu ku akan merelakanmu .

Terima kasih karena telah membawaku mengenalmu sejauh ini, semoga ini menjadi jalan untuk kita menemukan seseorang yang melengkapi hidup kita. Slamat tinggal dan sampai jumpa di suasana berbeda…. untuk yg terakhir kalinya aku katakan, "I Love You"