Aku merindukan masa-masa itu, titik pertama pada satu kejadian yang telah mempertemukan kita, aku menyebutmu sebagai takdir. semuanya berubah ketika aku bertemu denganmu. Di sini, di dada sebelah kiri, di sudut yang paling sunyi telah kuselipkan namamu, agar di setiap detaknya ada doa untukmu.

Cinta itu tumbuh. Aku mencintaimu seperti aku sekarang, karena tak ada yang berubah sejak pertama kali aku mengatakannya.

Mekipun semua tentangmu kini hanyalah segenggam cerita, namun pada kenyataannya melupakanmu tak semudah mendustakan lidah.

Aku masih ingat semuanya, aku masih ingat ketika pulang sekolah kita berdua pernah jatuh dari sepeda. Aku masih ingat ketika pertama kali nya dapat bingkisan cokelat dari teman yang kamu titipin. Aku masih ingat dulu kamu sering nganterin aku sampai depan kelas terus muter balik karena kelas kita berjauhan. Aku masih ingat wangi parfum kamu meskipun sudah sekian tahun berganti kita tidak pernah bertemu.

Aku masih ingat semuanya meskipun semua itu adalah kejadian sepuluh tahun yang lalu..

Advertisement

Mengingatmu adalah satu satunya kebahagian yang tersisa. Rasanya baru kemarin semua kenangan tentangmu berlalu, setiap jengkal kenangannya membuat aku merasa kau masih berada di sini.

Saat kau benar-benar memutuskan segala bentuk komunikasi terhadapku tanpa memberiku setitik pun alasan, entahlah seberapa serius hubungan kita, hingga tidak menyadari bahwa aku terlalu yakin untuk berharap.

Sejak saat itu dan sampai sekarang aku masih duduk di sini menatap kekosongan, menatap kesepian kehilangan kamu yang pernah ada.

Ketika hatiku hanya berjuang sendiri, rasa sayang ini telah ada pada saat yang tidak pernah kuminta. Duniaku tak seindah dulu. Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu karena kesedihan tidak pernah punya suara, seperti rinduku pada seseorang yang hanya diam.

setelah kau melepaskanku bagai butiran pasir yang dihempas ombak, apakah sekarang kau baik-baik saja? Semua yang kuinginkan adalah menjadi bagian dari hatimu. Cinta pertama yang aku punya adalah kau. Kau adalah satu-satunya lelaki yang pernah aku cintai selain ayah. Dan aku tidak pernah bisa mencintai orang lain setelahmu. Hari bulan tahun silih berganti dan aku tidak menemukan apa apa selain bayanganmu. Aku mencintaimu lebih dari apa yang pernah kupikirkan.

Diperlukan dua orang untuk menemui kebenaran; satu untuk mengucapkannya dan satu lagi untuk memahaminya, dan kau tak memahaminya. Kau tak akan bisa memahami mengapa aku bisa menyayangimu sedalam ini, aku hanyalah sesuatu yang tak berarti dalam hidupmu. Kenyataan ini menikamku dengan ribuan luka bahwa diriku dan dirimu adalah masa lalu.

Bahwa akhir indah itu hanya ada dalam cerita berkuda putih. Mencintai seseorang, berarti kamu sudah siap untuk kehilangan dia suatu saat nanti..

Pada akhirnya kau akan mengenang masa-masa itu dengan senyum tanpa dendam. Tanpa beban semuanya sudah lama berlalu. Kau bilang aku akan kuat, kau bilang aku pasti bisa melupakanmu. Tapi kau tidak pernah tau, aku tidak sekuat itu. Aku tak pernah memilih untuk pergi. Kaulah yang membuatku pergi. Mendiamkanku saat aku mencintaimu. Mengabaikanku saat aku merindukanmu.