Aku tidak tau sejak kapan perasaan ini selalu menghantuiku, sejak kapan kenangan itu selalu menjalar di otakku. Sejak perpisahan itu kau memutuskan untuk tidak sama sekali menanyakan gimana kabarku, gimana keadaanku. Aku pikir itu ide bagus, aku akan lebih cepat move on darimu, ternyata aku salah.

Aku rindu sama kamu, aku rindu dengan seseorang yang pernah menuliskan namaku di phone bookmu dengan tulisan “my future wife” yah aku rindu kamu, bisakah kita mengulang semuanya dari awal?

Kenapa kau harus pergi dan tak kembali lagi? Kenapa kau harus melambaikan tangan untuk terakhir kalinya? Kenapa kau harus senyum untukku yang terakhir kalinya?apakah aku tidak bisa menikmati semua itu lagi darimu? Kenapa kau diam? Kenapa kau tak jawab semua tanda tanyaku? Tak bisakah kau berkata “aku hanya pergi sementara dan akan kembali untukmu dan tak akan pernah pergi lagi darimu". Bisakah kau berkata seperti itu kepadaku, agar hatiku tenang, agar aku tau bahwa kau tidak benar-benar pergi dariku, yah ternyata itu semua hanya khayalanku, nyatana kau benar-benar pergi dariku dan tak menoleh kepadaku sedikitpun.

Rasanya badan ini lemas begitu aku tau kenyataan apa yang harus aku sadari, apakah mencintaimu harus sesakit ini?apakah merindukanmu harus sepusing ini?

Hai kamu, yang Tuhan ciptakan singah di hatiku sebentar tapi begitu membekas. Salahkah dengan apa yang aku rasakan ini? Kenapa Tuhan hanya menitipkan kamu sebentar di hatiku. Kenapa Tuhan tak menitipkan aku di hatimu selamanya, agar kita bisa menua bersama, merencanakan hal-hal indah bersama, menceritakan ke anak anak kita nanti tentang pertemuan dan jalan cerita kita dulu?

Advertisement

Ya aku tau itu semua hanya khayalanku, hanya imajinasiku, nyatanya sekarang kau telah pergi.

Aku hanya berdoa semoga kita sama sama bahagia nanti dengan siapapun seseorang yang di samping kita dan satu pintaku jangan pernah lupakan aku ya 🙂