Kawah Sikidang di Dataran tinggi Dieng terbentuk akibat letusan Gunung Prau yang terjadi ratusan tahun yang lalu. Aktivitas vulkanisnya masih terjadi hingga saat ini. Kawah Sikidang yang masih aktif ini terletak di desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur ,termasuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Kawah Sikidang memiliki arti seperti kijang yang melompat-lompat. Karena kawah utama yang sering berpindah-pindah seperti kijang melompat (dalam bahasa Jawa). Kawah Sikidang ini merupakan salah satu tujuan wisata yang ada di dataran tinggi Dieng dan juga merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah yang mudah dikunjungi. Perjalanan menuju Kawah Sikidang ini dapat ditempuh oleh dua alternatif jalan yaitu jalur utara yang melewati Kota Pekalongan dan jalur selatan yang melalui Kabupaten Wonosobo. Karena merupakan dataran tinggi, perjalanan menuju Kawah Sikidang pun tidak mudah. Kondisi jalan yang berbelok-belok dan banyak ditemui jurang, tetapi tidak perlu khawatir karena perjalanan ini dapat menyegarkan mata karena pepohonan hijau akan menemani kita. Jika beruntung kita dapat melihat aktivitas masyarakat yang bercocok tanam di kanan dan kiri jalan. Tanaman yang mereka tanam yaitu sayuran dan kentang. Kentang yang berasal dari Dieng ini terkenal lebih bagus dibandingkan kentang yang berasal dari daerah lainnya.

Ketika memasuki kawasan kawah akan terlihat beberapa lubang-lubang yang mengeluarkan asap atau yang disebut kawah kecil. Sedangkan kawah utama berada lebih jauh dari pintu masuk sekitar 1km. Sebelum menuju kawah utama kita akan disambut oleh kawah-kawah kecil dengan asapnya yang tidak terlalu tebal dan bau belerang yang menyengat. Saat berkunjung kesini disarankan membawa masker untuk melindungi dari bau belerang tersebut. Selain itu, jika berkunjung diharapkan tidak terlalu mendekati kawah karena suhu di permukaan kawah yang cukup tinggi. Berjalan dikawasan kawah Sikidang tidak bisa leluasa seperti berjalan biasa karena banyaknya lubang-lubang panas menyebabkan kita harus berhati-hati memilih pijakkan yang tepat. Di beberapa tempat terlihat lubang-lubang tanah basah dengan air yang mendidih didalamnya. Jika ingin membuktikan panasnya kawah bisa membawa telur lalu rebus di lubang kawah kecil bisa dipastikan akan matang seperti memasak menggunakan kompor. Papan peringatan disekitar kawasan Kawah Sikidang banyak kita jumpai salah satunya adalah larangan merokok dan membuang putung rokok. Pagar bambu di kawasan kawah utama juga dipasang untuk melindungi pengunjung agar tidak terlalu mendekati kawah yang akan mengakibatkan terperosok ke dalam kawah. Tetap berhati-hati dalam melangkah jika kalian sedang mengunjungi Kawah Sikidang ini.