Hai kawan, how are you today? I hope you're fine wherever you are. I want to say something to you, I miss you guys. Ya, kalian kawan semasa SMA aku benar-benar rindu. Aku sangat bahagia bisa mengenal dan bersosialisasi dengan kalian. 3 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk kita melewati berbagai hal yang menarik baik itu senang ataupun sedih. Kegilaan yang sering kita lakukan dulu adalah kenangan yang tidak akan pernah kulupakan bahkan persaudaraan yang kita tunjukkan pun selalu termonitor dalam memori otakku.

Ada satu hal yang benar2 terkenang adalah dimana kita bisa terlihat kompak dalam segala hal meskipun aku tau terkadang kekompakan itu tak setiap hari kita lakukan. Salah satu kekompakan yang selalu aku ingat adalah disaat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, kita akan memulai suatu kegiatan seperti ngabuburit yang dilaksanakan dengan cara buber atau buka bersama. Masing-masing dari kita saling berkoordinasi satu sama lain untuk mengadakan acara ngabuburit tersebut. Dan buka bersama yang kita lakukan setiap tahunnya selalu berakhir pada sebuah rumah bukan tempat makan yang lainnya karena dari situlah kehangatan pertemanan kita terlihat, layaknya “home sweet home”.

Aku teringat ada banyak hal yang kita lakukan dalam melaksanakan buber seperti tertawa riang, tarawih bersama, menyalakan kembang api, bahkan hal kecil seperti mencuci banyak piring dan perlatan dapur lainnya kita lakukan bersama. Namun tidak hanya di dalam rumah saja, kita juga bermain keluar sama-sama untuk menghadiri event bazar serta lainnya. Ya, walaupun aku tau tidak semua dari kelas kita yang mengikuti buka bersama dengan alasan tak menghadiri karena rumah jauh, dan menghadiri acara lain.

Tahun berganti tahun masing-masing dari kita berpisah satu persatu setelah lulus SMA. Ada yang bekerja, kuliah, dan menikah. Namun, saat Ramadhan kita tetap berusaha untuk saling berkomunikasi agar tercipta ngabuburit bersama lagi. Akan tetapi, Ramadhan yang kita jalani tak semeriah dulu waktu kita masih berstatus pelajar SMA. Semakin lama semakin sedikit yang menghadiri acara ngabuburit yang kita adakan dan waktupun terasa singkat tak seperti dulu.

Kawan, aku rindu Ramadhan kita yang dulu. Aku rindu kekompakan kita dulu dan aku rindu keramaian kita yang dulu. Aku tau seiring bertambahnya usia, kita memiliki kesibukan masing-masing dan waktu kita juga tak sepanjang dulu untuk bisa berkumpul bersama. Aku merasakannya perubahan-perubahan itu seperti saat mengadakan buka bersama di bulan Ramadhan dengan susahnya mengumpulkan kalian karena alasan tertentu semisal kontak yang susah untuk dihubungi, waktu yang susah untuk ditemukan, dan sedikitnya peserta yang hadir.

Advertisement

Aku tau hal ini akan benar-benar terjadi karena faktor usia dan kesibukan yang masing-masing kita jalani. Namun, aku berharap suatu saat entah sampai kita memiliki keluarga maupun sudah lanjut usia, kita bisa merayakan kegiatan bersama-sama dan saat bulan suci Ramadhan itu tiba kita bisa merasakan ngabuburit bersama seperti waktu SMA dulu. Sebab, aku sangat-sangat rindu Ramadhan kita yang dulu kawan. Aku berharap dimana pun kita berada, kesehatan dan kesuksesan akan selalu mengiringi langkah kita semua. Aamiin.