Beberapa hari ini rasanya cukup melelahkan, banyak hal yang menyenangkan dan juga banyak hal yang tidak mengenakan baik untuk diri ini ataupun orang lain. Namun dibalik itu semua dua hari ini merupakan hari dimana kesabaran dan kekuatan mental saya dimana dalam dua hari berturut-turut dalam sleksi untuk acara tingkat naasional saya dinyatakan tidak lolos pada tahap akhir sleksi.

Beginilah kehidupan, kadang kita bisa menjalankan sesuatu dengan sangat mulus dan nyaman kadang pula bisa menjadi sangat menyakitkan dan melelahkan bagi diri ini. Saat ini Allah seperti mengatakan kepada saya, “ jadikan hari ini sebagai gambaran untuk kedepannya, karna belum saatnya kamu mengikuti kegiatan ini”. Saya memang sudah berfikir seperti itu setelah saya dinyatakan tidak lulus, namun di dalam lubuk hati yang paling dalam ini rasa kecewa, sedih, galau, baper, dan lain-lain menjadi satu dalam rangkaian yag sangat padu dan membuat saya tidak mau tahua akan sesuatu. Hal ini juga membuat otak saya seperti berhenti untuk berfikir seakan akan ada pembatas dalam otak saya yang mengakibatkan pemikiran dan pemahaman saya tidak bisa dikeluarkan, yang ada hanya unek-unek dan hayalan bisa mengikuti acara tersebut.

Namun ketika saya mulai berfikir ulang beberapa bulan belakangan saya menemukan satu kesalahan dalam diri ini dan kesalahan itu sangat fatal menurut saya yaitu; saya mulai menjauh dari Allah beberapa bulan kebelakang ini. Mungkin ini menjadi sebuah teguran keras kepada diri ini agar lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada yang meha menguasai dan juga mengingatkan kepada saya bahwasanya sekuat apapun saya berusaha jika Allah tidak mengizinkan maka itu akan gagal.

Rasanya ingin teriak pada saat saya berada di mobil perjalanan pulang, rasanya ingin menangis sekencang kencangnnya dipangkuan orang tua, rasanya ingin mukul orang yang berisik, rasanya ingin menghilang dari dunia ini, rasanya ingin curhat dengan seseorang, raanya ingin mencari pelarian dari ini semua. Namun dari itu semua saya mengambil kesimpulan bahwa ada rencana besar yang Allah canangkan untuk diri ini dibalik kegagalan saat ini.

Karena ketika saya gagal saya akan terus bangkit, bangkit dan bangkit lagi demi mendapatkan kesuksesan yang hakiki.