Cinta, bukanlah sekedar satu kata yang sederhana dan begitu mudah diucapkan ke semua orang. Cinta adalah rasa, rasa yang sulit untuk dijelaskan alasanya. Mata, hati, dan pikiran menjadi satu untuk membentuk rasa cinta.

Beruntunglah kamu yang saat ini sudah menemukan cinta sejatimu, ku ucapkan selamat atas perjuanganmu dalam mendapatkannya dan mempertahankan sampai saat ini. Ini tentang aku (seorang pria) dan kamu (seorang wanita), yang awalnya muncul sebuah rasa salah satu dari kita hingga akhirnya saling cinta. Teringat aku pertama kali berjumpa denganmu, jauh sebelum akau tau siapa namau, dimana alamatmu, dan apa kesukaanmu. Hampir setiap hari aku berjumpa denganmu, merasakan sesuatu yang begitu mengasikkan, saat aku melihatmu atupun bersamamu seakan aku tak berhenti tersenyum di dalam hati.

Kisah kita memang berjalan cukup lama, terhitung berjalan 10 tahun ini. Namun sepertinya perjuangan ini belumlah berakhir, aku masih saja gagal mempertahankan dirimu untuk terus bersamaku. Layaknya sebuah pelangi yang begitu indah warna-warninya hingga akhirnya hilang dan tersisa 1 warna, yaitu birunya langit. Aku sadar, untuk menciptakan sebuah kebahagiaan dan melihat keindahan memang butuh waktu panjang dan perjuangan yang tak ringan. Hari demi hari aku hany bisa melihatmu, hari berganti minggu aku mencoba mencari tahu semua hal tentangmu, dan minggu berganti bulan aku sudah bias mendekatimu dan masuk dalam kehidupanmu. Namun terkadang waktu tak berpihak kepadaku, hingga kamu terlepas olehku dan kita tak lagi bersama.

Aku memang tak pernah belajar sebelumnya, apa itu Cinta, apa itu rasa suka, dan apa makna dari perhatian. Sebuah rasa yang istimewa inimuncul saat aku jadi anak ingusan yang duduk di bangku kelas 5 SD. Aku tulis-tulis namamu di buku harianku, aku pandangi setiap kali berjumpa denganmu, dan aku sangat marah jika ada yang menggangumu. Kita layaknya teman biasa, yang sering bermain bersama, tertawa bersama, dan tak jarang melempar ejekan diantara kita. Ejekan teman lan terkadang juga membuatku malu sendiri, karena aku sudah mengakui rasa suka padamu.

Soni : “Pan. cah wedok sing mbok sengei ndek kelas sopo ? (anak perempuan yang kamu suka di kelas siapa)

Nopan (aku) : Pengen ruh ae awakmu !

(pengen tau saja kamu)

Soni : Wes to, ndang duduhono, gak-gak lek tak omong-omongne neng sopo-sopo !? (ayolah, tidak akan aku bilang-bilang ke siapa-siapa)

Nopan : Vina. Aku seneng Vina, Son

(Aku suka Vina, Son)

Monyet juga bisa Jatuh Cita?

Advertisement

Cinta yang seperti ini tak pernah ku nyatakan pada dia yang ku suka, aku ahanya tersenyum malu saat ketemu.namun terkadang juga tersiksa karena kangen yang tak terobati. Cinta ini berlalu pula sering waktu yang tak lagi mendukungku, entah karena jarak ataupun kita yang berbeda. Masing-masing dari kita masih mengikuti kemauan orang tua, kamu yang pergi ke uar kota dan aku masih belajar disini, mengikuti teman-teman sepermainan.

Karena sudah Gila, aku mudah jatuh cinta? Hingga melakukan apapun untuknya.

Rasa ini semakin menggila, setiap wanita yang aku temui terlihat begitu cantik dan menarik di depan mataku. Ingin aku memandanginya terus dan mengabadikan dalam sebuah foto dengan bantuan jepretan kamera hp.

Lihatlah, banyaknya foto-foto wanita yang kamu punya di HPmu ! Apa kau suka pada mereka semua ??(Temanku bertanya)

Ngga lah, ngak semua. Aku mengagumi mereka, jadi aku menyimpan apapun tentangnya.(dalam hati, aku ingin memilIkinya)

Memalukan, aku yang masih pendiam saat itu, hanya mampu berbicara dalam hati dan terus saja memandangi secara sembunyi-sembunyi. Pada masa inilah aku mengenal sebuah istilah Pemuja Rahasia.

(Suatu hari, saat aku mengetik pesan sigkat)

Aku : Hai, ini benar no.nya Lia ya? (kirim)

Dia : Iya. Ini cp Ya ?

Aku : Aku Penggemar Rahasiamu.

Dia : Siapa ?

Aku : Teman 1 Sekolahmu

(terus berlanjut dan aku tak memberikan idenditasku)

Memang butuh banyak hal untuk mengakui semua itu, tak hanya tampang-mental, ataupun keberanian mengungkapkan tapi juga ketulusan. Masih banyak yang belum aku miliki dari semua itu saat aku mendekatinya. Aku yang masih Culun dan Cenderung Pendiam, Aku yang bodoh dan bisu saat ketemu, dan Aku yang masih payah karena terus saja sembunyi di balik tembok.

Pemuja Rahasia yang Menyiksa diri sendiri? Itulah adanya.

Apakah kamu tau, aku masih mengagumimu, masih berharap untuk selalu bersamamu, dan bias memilikimu seutuhnya ? sampai sekarang aku terus mencoba memantaskan diriku untukmu, menunjukkan bahwa aku pantas untukmu dan bias kau banggakan diantara teman-teman atau mantan-mantan mu. Waktu yang begitu lama berlalu semoga tak membuatmu lupa padaku. Karena aku akan mencarimu lagi suatu saat nanti, saat diri ini sudah pantas bersanding denganmu.

Begitu banyak wanita yang aku kenal dan tau saat itu, namun semuanya berlalu dan hanya menjadi cerita di masa lalu. Itu semua mungkin karena egoku yang tak sabar untuk sementara sedniri dan mencoba memantaskan diri. Pemandangan teman-teman yang sudah memiliki pasangan terus saja mengganggku pikiranku dan membuat resah hatiku, hingga aku harus merendahkan diriku untuk mencari dan mencari wanita yang mau menerimaku.

Memang saat itu cukup memalukan bagiku, mengejar-ngejarmu tanpa aku tau apa yang kau mau, apakah aku yang kamu harapkan atau apa yang kamu impikan, itu semua aku abaikan. Prinsip akan cinta layak untuk di perjuangkan seakan jadi senjata untukku terus maju ke depan dan meraihmu, hingga aku sadar aku tak mampu melakukan itu.

Kegagalan membuatku sadar bahwa telah ada kesalahan yang perludi benarkan

Periodesasi waktu yang telah aku lalui telah menjadi saksi sampai saat ini, SD-SMP-SMA menjadi tahapan aku lebih mngenal arti dari cinta sejati. Rangkaian akan perjuangan yang aku lakukan di masa itu sebenarnya masih sama dan terus saja berputar. Bermula dari saat aku jumpa, mengenalkan nama, mencari tau apapun yang kau suka, jalan bersama, kemudian menyatakan perasaan yang ada hingga berakhir kecewa karena semua itu tak bertahan lama. Entah, apa yang salah padaku, apa aku terlalu payah untuk bisa mengertimu, apa aku bukan seseorang yang kau harapkan, atau mungkin aku yang tak pandai untuk menjagamu. Kemungkinan-kemungkinan itu pastilah ada dan pernah terjadi padaku, gagal-gagal dan terus saja begitu, sampai aku mengalami rasa kesepian.

Pernah pula aku menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi padaku, kesendirian, kegagalan dan kekecewaan seakan tak hentinya berdatangan. Itu semua seakan tak adil bagiku, aku benar-benar merasa lelah saat itu. Meratapi nasib, mengurung diri di kamar yang sepi dan hanya jeritan hati yang menyiksa diri. Apalagi saat itu, aku tak punya sahabat, teman dekat, atau sekedar teman untuk curhat. Mengapa aku sampai sebodoh itu, menyiksa diri hanya karena berusaha untuk mngusir rasa sepi di hati.

Aku yakin sekarang bahwa tak ada yang kebetulan didunia ini, karena semua yang terjadi padaku sudah tetulis sebelumnya, jauh sebelum aku hadir di dunia. Aku dan kamu juga tidak kebetulan dipertemukan, terkadang semesta telah lama mengatur agar kita bertemu dan kemudian berpisah. Yah, semudah itu semesta membolak balikan hati. Sekarang aku sudah menuju dewasa yang sebenarnya dan selayaknya aku dapat belajar dari pengalaman-pengalaman di waktu dulu. Setiap Insan pasti akan saling berpasangan, meski di waktu yang tak sama dan dengan cara yang berbeda. Sekarang sudah waktunya untuk bersabar dan terus berusaha untuk terus memantaskan diri demi mepersiapakan moment suatu hari nanti saat kita dapat bersama untuk selamanya.