Beberapa hari ini Indonesia memang sedang heboh dengan kedatangan penghafal Quran dari Bosnia, Amerika Serikat. Pasalnya penghafal Quran satu ini memang berbeda jika dibandingkan dengan penyanyi yang sering kita temui di layar kaca. Penghafal Quran yang memiliki nama lengkap Fatih Seferagic ini memang menjadi magnet baru untuk remaja Indonesia. Fatih tidak hanya menghafal Quran di usianya yang masih mudah yaitu 21 tahun tetapi, Fatih juga memiliki wajah ganteng khas aktor hollywood.

Pastinya semua cewek di Indonesia mimpi banget bisa diimamin sama Fatih. Udah ganteng, hafal Quran, masih mahasiswa dan mengajar Al Quran. Masya Alloh banget. Kita sebagai cewek tentu selalu mengharapkan cowok kece dan paham agama. Kita ngarep banget sama dia yang terlihat sempurna. Hanya terkadang kita lupa bahwasannya Fatih pun hanya manusia biasa. Dia memiliki kekurangan yang mungkin saja bisa membuat kita ilang feeling. Atau mungkin membuat kita semakin kagum karena dia tetap tegar.

Fatih membuat kita menyadari sesuatu bahwa ganteng saja nggak cukup untuk hidup. Jika kita melihat Fatih dengan muka ganteng pake banget, dia bisa saja menjadi model atau aktor dan main film. Tapi toh dia tetap mempelajari kita suci Al Quran dan menghafalkannya. Fakta bahwa Fatih menghafal Quran merupakan sebuah point yang harusnya membuat kita sadar. Kita yang biasa saja terkdang merasa sok artis dan alay bahkan kita nggak menunjukkan apa yang sudah agama ajarkan kepada kita. Terkadang kita sibuk menjadi orang lain agar kita mendapat pengakuan.

Fatih mengajarkan kepada kita bahwa dengan tetap menunjukkan sisi agamanya, dia tetap menjadi pribadi yang menarik dan menawan. Meskipun Fatih penghafal Quran dia tetap terlihat keren dan bisa menjadi teladan untuk semuanya. Bahkan Fatih tinggal di Bosnia, Amerika yang mana kaum muslim disana minoritas. Sebagai muslim tentu kita bangga dengan adanya mahkluk seperti Fatih.

Jika Fatih dengan segala keterbatasannya dia masih bisa menunjukkan dirinya sebagai muslim yang baik. Tentunya kita yang tinggal di Indonesia juga harus bisa lebih baik lagi. Kita tidak tinggal di Palestina atau Suriah yang sedang terjadi perang. Kita juga tidak sedang tinggal di Amerika sebagai kaum minoritas. Kita tinggal di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk bergama islam terbanyak di dunia. Harusnya kita bisa lebih baik dari fatih atau setidaknya sama baiknya.