Dulu setelah kepergian mu aku memantapkan hati kalau setelah itu aku akan berjalan jauh dari kenangan kita, setelah aku sadar memilih mu sebagai kebahagiaan adalah keliru, aku berjalan lewati api tuk selamatkan hidupku, kau tak perlu tau usaha apa yang ku buat untuk ciptakan bahagia ku kembali

Aku hanya ingin memenangkan diriku sendiri dari rasa yang sulit aku jelaskan namanya, aku hanya butuh coffee, hanya butuh buku, hanya butuh music blues seksi ku, itu semua lebih bahagia dibanding duduk disamping berdua bersama mu, aku tidak akan membiarkanmu menyakiti hati ku terus menerus, aku sedang berjuang menjaga apa yang sudah ku jadikan bahagia.

Setelah lama berjuang akhirnya ku lepaskan kau menuruti ingin hati mu, memberhentikan kepercayaan ku bahwa semua masih bisa kita jalani baik – baik, sulit rasanya kehilangan orang yang terpilih semoga apa yang aku buang membuat aku mendapat kebahagiaan ku yang selama ini kau ambil.

Tanpa mu aku bisa bebas menangis dan tidak perlu berusaha membuat kamu mengerti sebabnya, dan aku tau hati ku bisa bertahan, tapi mata pisaumu mungkin terlalu tajam sampai rindu masih tumbuh dan tak tertuntaskan….

Kenyataannya sekarang kamu sudah jadi rindu paling sesak yang harus aku lawan, biar ku tenangkan diri yang masih menginginkan mu, Berjalanlah lebih jauh! nantipun akan ku lupakan kau dengan cara yang sederhana, sampai aku bisa tersenyum biasa saat kita dipertemukan pada ketidak sengajaan.

Advertisement

Entah sudah jadi janji yang keberapa kali pada diriku sendiri, masih janji yang belum berubah, bahwa ini terakhir kalinya aku menangis untuk cerita yang “pernah” kita punya

Seberat, sesakit, seluka apapun itu aku akan melawan rindu yang sudah seharusnya aku lupakan dalam bentuk kenangan!

T.O.V