Disaat aku mencarimu? Apakah kamu mencariku? Disaat aku merindukanmu? Apakah kamu merindukanku? Disaat aku menangisimu? Apakah kamu menangisiku? Ketika aku melakukan semuanya padamu. Apakah kamu juga melakukan semuanya untukku?

Apakah kamu merasakannya? Ketika kamu mulai menjauh dariku, aku tetap disini bertahan dan menunggumu untuk kembali menyapaku. Dulu aku yang pergi, kembali, lalu berusaha menghapusmu dari hidupku. Tapi percayalah. Ini tak seindah aku menyatakan “aku akan melupakanmu”

Maaf, aku telah menjauhimu kala itu, aku menjauh disaat kamu berusaha memasuki duniaku. Tidakkah kamu tahu? Bagaimana rasanya berlari menjauh dari dirimu?

Aku tidak berhak untuk membencimu. Aku tidak berhak untuk mencampuri urusanmu. Aku tidak berhak mengetahui semua tentangmu. Itulah sebab aku pergi karena aku tahu bahwa duniamu telah berhasil membuatku merasakan yang namanya cinta.

Maaf, jika kamu mengetahui alasanku menjauhimu kala itu, apa kamu akan mengerti? Aku jatuh cinta padamu. Namun aku tak ingin larut oleh angan-anganku.

Advertisement

Aku pernah berdoa memintamu kembali dengan cerita tentang kita yang lalu dan Allah mengabulkannya. Aku merasa memilikimu lagi saat itu. Akankah itu luar biasa? Ya,mungkin. Hingga akhirnya aku menyadari. Kamu kembali, dan pada saat yang sama kamu juga pergi jauh dari diriku.

Maaf, kala itu aku memberimu perhatian, menerimamu tanpa menginginkan balasan darimu. Semua kulakukan tanpa ada alasan, tanpa ada tujuan yang pasti hingga kamu menghilang tak seperti yang aku bayangkan sebelumnya.

Ketika aku mencarimu, disaat itu jugalah aku harus kehilangan kamu untuk kedua kalinya. Apakah kamu tau bagaimana rasanya menjadi diriku? Aku ingin marah pada takdirku. Tak ada cinta untukku, tak ada rindu untukku, hanya aku yang selalu merasakannya untukmu. Bukankah ini tidak adil? Ketika mencintai dengan tulus aku juga harus merasakan rasanya kehilangan?

Maaf, aku masih sering memikirkanmu. Melihat bagaimana sikapmu terhadapku saat ini, aku mulai mengerti. Kamu sedang berusaha melupakanku.

Aku kecewa. Tenang, aku bukan kecewa denganmu. Melainkan dengan harapan yang aku bangun sendiri tentang dirimu. Hanya do’a yang mengantarkan rasa ini hingga aku akan lupa, jika aku akan merasa tersaikiti oleh perasaanku ini. Perasaan cintaku yang mungkin hanya khayalanku saja.

Sebenarnya kamu tidak pernah kecewa pada orang lain, kamu hanya kecewa dengan harapan yang kamu bangun sendiri tentang orang itu.

Aku ingin berdamai denganmu.