Inginku berjalan,melangkahkan kaki menelusuri segelintir jejak-jejak kaki tersembunyi. Jejak – jejak kaki sepi yang berselimutkan rimbunanan daun tua berguguran, ranting peot yang tak lagi mampu menopang, terpatahkan oleh desiran angin yang terus mengalir seperti ombak yang terus datang bergantian.

Inginku langkahkan kaki ini bersama riuhnya gelembung gelembung udara pagi mengambang, berterbangan bebas tak terbatas menyelimuti setiap sisi bagian dari hidup ini.

Inginku pula melangkahkan kaki ini bersama tetesan air suci yang mengalir dari sumber mata air langit, diiringi irama musik suara burung bernyanyi dan hiruk pikuk paduan suara binatang pagi.

Inginku menjejakkan kaki ini bersama hati yang sedang mencari untuk menemukan sesuatu yang bahkan diri ini tak menyadari sebenarnya apa yang dicari dari oleh sang hati ini.

Melangkahan kaki,masih dengan tujuan yang tak pasti dengan pencarian yang masih tak sepenuhnya diyakini ,tentu saja menjadi hal yang rumit untuk bisa dipahami.Serumit teori tentang awal terbentuknya kehidupan,bahkan bisa jadi lebih sulit lagi untuk di jelaskan dibanding menjelaskan teori fisika kuatum atau hal yang hampir sama dengan teori UNIVERSAL CONCIOUSNESS yang bisa dirasa tapi sulit menjadi sebuah realita nyata dalam kebanyakan manusia.

Advertisement

Lantas bagaimana aku bisa memahami rasa ingin yang muncul dari hati ini? Apakah aku harus memahaminya dengan ragam teori yang terlahir dari pemikiran masa kini atau aku haru menggunakan teori yang dilahirkan oleh ahli psikologi.

Karena semua keinginan itu bahkan sulit untuk dipahami oleh sang hati yang katanya mampu mengerti dan memahami dengan rasa sejati. Namun, ketidakpastian ini tak bisa menggugurkan semangatku untuk terus mencari apa yang sebenarnya hati ini ingini.Apapun caranya nanti, aku akan coba terus usahakan agar setidaknya bisa memahami apa yang sebenar benarnya keinginan yang terdalam dari sang hati.

Walaupun keinginan itu terkesan semu, tapi aku yakin semua itu adalah cita cita yang bisa di genggam untuk sebuah kehidupan yang tak tahu masanya akan sampai kapan?