Sekilas membaca judul, beberapa dari kalian mungkin beranggapan bahwa kita akan berbicara mengenai kesalahan para pria dan ketidakberdayaan wanita. Tanpa bermaksud untuk membuat jurang pemisah atas nama gender dan meninggikan derajat wanita lebih daripada yang seharusnya, marilah kita sedikit membuka mata.

Mulai akrab di telinga kita berita mengenai tindak kekerasan dan kejahatan terhadap wanita. Tindak kejahatan mulai dari pelecehan dan kekerasan seksual hingga pembunuhan mulai bermunculan di berbagai media. Kejadian ini pun tak mengenal rentang usia, mulai dari balita hingga dewasa. Bermula dari hal ini, mau tak mau kaum wanita pun bertanya, “Ada apa dengan para pria?”

Kejadian yang terus menerus berulang dan menjadikan wanita sebagai korban sedikit banyak memberi pengaruh terhadap psikologis kaum hawa. Tak sedikit dari mereka yang merasa trauma untuk meninggalkan rumahnya. Beberapa di antara mereka pun ada yang mempersiapkan diri, memperkuat pertahanan dengan belajar bela diri.

Terlepas dari itu semua, ada suatu hal yang patut untuk kita telusuri. Ada beberapa pertanyaan yang layak diajukan untuk para lelaki. Bagaimanakah mereka memandang dan memposisikan wanita dalam kehidupannya? Mengapa begitu mudahnya mereka melampiaskan emosi dan kekesalan dengan melakukan tindakan yang sangat kejam?

Sungguh, kaum lelaki diciptakan sebagai pemimpin dan pelindung bagi kaum wanita. Tuhan telah melebihkan kemampuan dan kekuatan atas mereka, dengan tujuan untuk melindungi para wanita dari bahaya, bukan sebaliknya. Perlu diingat bahwa wanita memang lebih lemah, tapi tidak lebih rendah. Suka tidak suka, kita sebagai kaum wanita harus mulai lebih pandai untuk menjaga dan membatasi diri dalam pergaulan sehari-hari. Jika tidak ingin mengalami hal yang sama, berhati-hatilah di manapun kalian berada.

Advertisement

Memilah dan memilih teman pun sangat diperlukan. Jika kalian tidak ingin berakhir dengan penyesalan, mulailah untuk lebih selektif dalam memilih teman pergaulan. Meskipun tidak semua kekerasan bersumber dari teman, setidaknya teman yang baik akan membuat kalian merasa aman.

Dan untuk kalian, kaum lelaki, pandai-pandailah mengontrol emosi dan mengendalikan diri. Selalu ingat bahwa kalian hadir ke dunia melalui seorang wanita. Ketika muncul keinginan untuk berbuat kejahatan terhadap wanita, ingat-ingatlah ibu kalian. Tegakah kalian berbuat keji terhadap Ibu kalian sendiri?

Terlebih lagi, kalian juga perlu membentengi diri dari hal-hal yang bersifat destruktif. Karena mayoritas tindak kejahatan bermula dari hal-hal yang merusak diri—tontonan berbau porno, minuman keras dan semacamnya—bantulah diri kalian sendiri dengan menghindari sesuatu yang seharusnya tidak kalian dekati.