Manusia tidak hanya dianugerahi akal namun juga intuisi dan nurani. Nurani ini erat sekali kaitannya dengan perasaan dan perasaan pun meliputi banyak hal mulai dari empati, iba, kagum, cinta, bahkan benci. Ketika kita mengalami salah satu perasaan tersebut pasti ada tindakan yang juga kita lakukan, misalnya ketika kita menyukai seseorang, yang mungkin terjadi adalah kita akan mendekatinya, sebaliknya jika kita merasa tidak nyaman dengan seseorang maka kita akan cenderung untuk menghindarinya.

Tapi ternyata perasaan manusia itu dapat berubah dengan cepat loh, termasuk cinta dan benci. Banyak ungkapan yang menyatakan bahwa terlalu cinta bisa jadi benci dan terlalu benci bisa jadi cinta. Walaupun banyak fakta yang berbanding lurus dengan kata-kata tersebut tapi apakah itu benar? Dan ternyata semuanya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuan dari University College London. Mereka menemukan letak di area otak aktif ketika seseorang melihat gambar yang mereka benci. Ternyata di area tersebut tidak memiliki hubungan dengan area di otak yang mempengaruhi rasa takut, ancaman, dan bahaya. Itu artinya perasaan cinta dan benci bisa berubah bahkan dengan waktu yang relatif singkat.

Ilmuan-ilmuan ini juga meneliti tentang perasaan benci pada orang lain. Ada 17 orang responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang dilibatkan dalam penelitian ini. Ilmuan-ilmuan ini melacak semua aktivitas di otak para responden ketika mereka melihat foto orang yang mereka benci, dan foto orang lain yang meruapakan teman mereka sendiri. Hasilnya terindentifikasilah daerah di otak yang berhubungan dengan rasa benci.

Di waktu yang berlainan, ternyata ilmuan-ilmuan ini juga mempelajari mekanisme otak yang berhubungan dengan rasa cinta. Hasilnya ternyata baik cinta atau pun benci dapat mengarahkan seseorang pada tindakan atau perilaku yang sama. Padahal dua perasaan ini sangat bertolak belakang.

Advertisement

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa cinta dan benci dapat memicu seseorang untuk melakukan tindakan yang baik atau bahkan buruk. Reaksi otak ketika merespon cinta dan benci hampir sama, hal inilah yang membuat kedua perasaan ini cepat berubah.